Penegasan bahwa Seseorang tidak dapat Menjaga Orang Lain

Imam Syafi’i berkata: Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Barangsiapa melarang air yang berlebih (dengan tujuan) untuk mencegah timbuhnya rumput, maka Allah melarang baginya rahmatNya yang melimpah pada hari Kiamat. ” Air yang berlebih ialah sisa air

Pendapat tentang tidak adanya Penjagaan Tanah Mati

Imam Syafi’i berkata: DariAsh-Sha‘ab bin Jatsmah bahwa Rasulullah bersabda. “Tiada penjagaan selain karena Allah dan Rasul-Nya.” Imam Syafi’i berkata: Pemeliharaan itu tidak dengan membuka tanah mati. Pemeliharaan itu bagi orang yang membukanya, sebagaimana sabda Rasulullah, “Tiada penjagaan selain bagi Allah

Membuka Tanah Milik Orang Lain

Imam Syafi’i berkata: Dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya, bahwa Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu memakai bekas budaknya yang bernama Hani untuk memelihara sesuatu. Umar mengatakan kepadanya, “Hai Hani, berilah bantuan kepada manusia! Jagalah dirimu dari doa orang yang dizhalimi

Membangun Tanah yang belum dibangun, yang tidak Bertuan

Imam Syafi’i berkata: Tanah Haram itu adalah tanah orang Quraisy, dan tanah Yatsrib adalah tanahnya kaum Aus dan Khazraj. Tanah si anu atau tanah bani fulan, artinya bahwa mereka adalah yang lebih berhak atas tempat-tempat tersebut, dan orang lain yang

Apa yang ada dalam membuka tanah

Imam Syafi’i berkata: Yang disebut dengan membuka tanah itu adalah seperti yang dikenal manusia. Untuk dikatakan membuka tanah,jika untuk tempat tinggal atau dibangun seperti layaknya tempat tinggal, yang dibangun dengan batu bata merah atau tanah lihat, maka itu dianggap seperti

Membuka Tanah Mati

Imam Syafi’i berkata: Negeri kaum muslimin itu ada dua macam; yang sudah dibangun dan yang masih berupa tanah mati (tidak bertuan). Maka, tanah yang sudah dibangun adalah untuk pemiliknya. Setiap apa yang dilakukan pemiliknya untuk kebaikan tanah itu yang menyenangkannya

Perselisihan antara Pencari Upah dengan Pemberi Upah

Imam Syafi’i berkata: Apabila dua orang berselisih tentang penyewaan dan keduanya sama-sama membenarkan penyewaan itu, maka keduanya harus bersumpah; dan bagi yang bekerja untuk mendapatkan upah yang layak atas pekerjaannya. Apabila keduanya berselisih tentang suatu perbuatan, lalu orang yang menyuruh

Masalah Al Ujara (Buruh atau Orang-orang Mencari Upah)

Imam Syafi’i berkata: Orang-orang yang mencari upah semuanya sama. Jika sesuatu rusak di tangan mereka dan bukan karena kesalahan mereka, maka dalam hal ini ada dua pendapat; salah satunya adalah, setiap orang yang menyewa sesuatu, dialah yang menanggungnya sehingga sesuatu

Penyewa Memukul Hewan Tunggangan hingga Mati

Imam Syafi’i berkata: Seseorang menyewa hewan tunggangan dari orang lain, lalu ia memukul, mencambuk dengan tali kekang atau menendangnya sehingga hewan itu mati, maka mengenai masalah itu dapat ditanyakan kepada para ahli ilmu. Jika apa yang dilakukannya itu diperbuat oleh

Penyewaan unta dan hewan tunggangan

Imam Syafi’i berkata: Menyewa unta itu boleh untuk mengangkut barang, berkendaraan, berjalan jauh dan yang lainnya. Sebagaimana menyewa binatang tunggangan boleh untuk dikendarai dengan memakai pelana, tempat untuk meletakkan telapak tangan dan untuk membawa beban. Imam Syafi’i berkata: Hal itu