Kartini, Martabat Perempuan, dan Tantangan Zaman

Oleh: Ahmad Ghozali Fadli Peringatan Hari Kartini setiap 21 April seharusnya tidak berhenti pada seremoni, busana kebaya, atau romantisme sejarah semata. Ia adalah momen refleksi: sejauh mana martabat perempuan benar-benar dijaga di tengah arus zaman yang kian kompleks? Sejarah mencatat, dalam banyak peradaban kuno, perempuan kerap diposisikan sebagai objek—bahkan tidak jarang kehilangan hak dasar sebagai manusia. Dalam tradisi tertentu di …

Ketika Harta Tak Lagi Menyelamatkan

Oleh: Ahmad Ghozali Fadli Ada satu ayat yang mengguncang kesadaran kita tentang harta, kepemilikan, dan tanggung jawab. Allah menggambarkan sebuah hari ketika apa yang selama ini dikumpulkan dengan penuh ambisi justru berubah menjadi sumber siksa: یَوۡمَ یُحۡمَىٰ عَلَیۡهَا فِی نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكۡوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمۡ وَجُنُوبُهُم وَظُهُورُهُمۡۖ هَـٰذَا مَا كَنَزۡتُمۡ لِأَنفُسِكُمۡ فَذُوقُوا۟ مَا كُنتُمۡ تَكۡنِزُون “Pada hari dipanaskan harta itu dalam …

Khutbah Idul Fitri: Kembali Fitrah

Khutbah I اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ … اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ … اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ.   كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. لآ إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لآ إِلهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ. اَلْحَمْدُ …

Tegalsari 1929: “Oxford Islam”-nya Jawa

Oleh: Ahmad Ghozali Fadli Pada tahun 1929, jurnalis sekaligus anggota parlemen Belanda, Cornelis Karel Elout (1870–1947), berkunjung ke Ponorogo, khususnya Tegalsari. Kunjungan itu berlangsung pada awal bulan Ramadhan, sekitar paruh pertama Februari. Dalam catatan reflektifnya—yang corak pemikirannya dapat ditelusuri melalui tulisan-tulisan di buletin De Tijdspiegel (1909)—Elout menyebut Tegalsari sebagai “Mohammedaansche Oxford van Java”, atau “Oxford Islam”-nya Jawa. Sebutan tersebut bukan …

Bumi Al-Qur’an: Pesantren Unik yang Paling Siap Menghadapi Tantangan Masa Depan

Di tengah dunia yang berubah sangat cepat, sistem pendidikan sedang diuji relevansinya. Revolusi teknologi, kecerdasan buatan, krisis pangan global, perubahan iklim, disrupsi ekonomi, hingga krisis moral generasi muda menjadi tantangan nyata yang tidak bisa dijawab dengan pola pendidikan lama. Banyak lembaga pendidikan masih berorientasi pada hafalan teori, ijazah, dan standar administratif, sementara dunia membutuhkan manusia yang tangguh, adaptif, kreatif, dan …

Kota Hebron di Palestina adalah Tanah Wakaf Rasulullah

Tahun 9 Hijriah, seorang pemimpin suku dari Palestina datang ke Madinah menemui Rasulullah. Namanya Tamim ad-Dari. Ia baru masuk Islam dan meminta sesuatu yang tak biasa: tanah di kampung halamannya yang masih dikuasai Kekaisaran Romawi. Rasulullah tak ragu. Beliau menulis dokumen resmi di hadapan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali—empat khalifah agung sekaligus sebagai saksi. Isinya? Seluruh wilayah Hebron (Al-Khalil) …

Perbaiki Niatmu, Allah akan Memperbaiki Amalmu

Oleh: Ahmad Ghozali Fadli Dalam hidup, manusia sering kali sibuk memperbaiki hasil: ingin amalnya terlihat, dihargai, diakui, dan dipuji. Kita mengukur keberhasilan dari angka, tepuk tangan, dan pengakuan manusia. Padahal dalam Islam, urusan pertama yang Allah nilai bukan hasil, tetapi niat. Bukan seberapa besar amalmu di mata manusia, melainkan seberapa jujur hatimu di hadapan Allah. Allah ﷻ dengan tegas menempatkan …

Membangun SDM untuk Antisipasi Musibah Banjir

Oleh: Ahmad Ghozali Fadli Musibah banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera mengingatkan kita bahwa bencana tidak hanya diakibatkan oleh curah hujan ekstrem, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola ruang hidupnya. Setiap tahun, siklus yang sama berulang: sungai meluap, tanggul jebol, ribuan warga mengungsi. Namun di balik peristiwa itu tersimpan persoalan yang lebih mendasar: sejauh …

Pesantren Bukan Tempat Penitipan

Oleh: Ahmad Ghozali Fadli Banyak orang tua hari ini tanpa sadar memperlakukan pesantren seperti day care raksasa. Anak dititipkan, biaya pendidikan dibayar, lalu urusan selesai. Jika anak berprestasi, orang tua ikut bangga; jika anak bermasalah, pesantren disalahkan. Apa cara pandang ini benar? Mari kita lihat fakta sederhana di sekitar kita: Tiket playground: Rp100.000 per hari, hanya untuk anak bermain jungkat-jungkit …