Oleh: Ahmad Ghozali Fadli Pada tahun 1929, jurnalis sekaligus anggota parlemen Belanda, Cornelis Karel Elout (1870–1947), berkunjung ke Ponorogo, khususnya Tegalsari. Kunjungan itu berlangsung pada awal bulan Ramadhan, sekitar paruh pertama Februari. Dalam catatan reflektifnya—yang corak pemikirannya dapat ditelusuri melalui tulisan-tulisan di buletin De Tijdspiegel (1909)—Elout menyebut Tegalsari sebagai “Mohammedaansche Oxford van Java”, atau “Oxford Islam”-nya Jawa. Sebutan tersebut bukan …
Tegalsari 1929: “Oxford Islam”-nya Jawa









