Pajak 22 Persen dan Zakat

Ahmad Ghozali Fadli Di tengah berbagai tantangan ekonomi, dunia usaha Indonesia kembali dihadapkan pada perbincangan mengenai tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan sebesar 22 persen. Bagi sebagian pelaku usaha, angka ini dipandang sebagai beban yang mengurangi daya saing. Namun bagi negara, pajak merupakan sumber utama pembiayaan pembangunan. Di antara dua kepentingan tersebut, terdapat satu pertanyaan yang menarik untuk diajukan: bagaimana seorang …

WARISAN TERBESAR BUKANLAH NASAB

Ahmad Ghozali Fadli Setiap kali Idul Adha tiba, umat Islam mengenang perjuangan agung Nabi Ibrahim as. Beliau dikenang sebagai bapak para nabi, peletak fondasi tauhid, pembangun Ka’bah, dan simbol pengorbanan. Namun ada satu pelajaran penting yang sering luput dari perhatian: perjuangan Nabi Ibrahim ternyata tidak secara otomatis diwarisi oleh seluruh keturunannya. Al-Qur’an justru menghadirkan kenyataan yang sangat manusiawi. Nabi Ibrahim …

ARSITEKTUR JIWA

Oleh: Buya Zali Pada umumnya, lembaga pendidikan dibangun dari rancangan fisik: gedung, sistem administrasi, tata kelola, hingga orientasi lulusan agar siap menghadapi dunia kerja. Namun Pesantren Alam Bumi Al-Qur’an, Wonosalam, Jombang tumbuh dari pondasi yang berbeda. Yang pertama kali dibangun bukan sekadar bangunan, melainkan kesadaran ruhani dan hubungan manusia dengan alam semesta sebagai ayat-ayat Allah. Pesantren ini lahir bukan hanya …

Menanam Jariyah Dari Tanah Suci, Untuk Generasi Negeri

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bukan sekadar titik koordinat di peta. Bagi setiap muslim, ia adalah pusat spiritual, tempat di mana doa-doa melangit tanpa sekat, dan setiap amal kebaikan dilipatgandakan nilainya tanpa batas. Namun, pernahkah kita berpikir untuk membawa “keberkahan” Tanah Suci tersebut pulang ke tanah air dalam bentuk investasi akhirat yang abadi? Melalui program Wakaf Pusdiklat Al-Qur’an di Pesantren …

Kartini, Martabat Perempuan, dan Tantangan Zaman

Oleh: Ahmad Ghozali Fadli Peringatan Hari Kartini setiap 21 April seharusnya tidak berhenti pada seremoni, busana kebaya, atau romantisme sejarah semata. Ia adalah momen refleksi: sejauh mana martabat perempuan benar-benar dijaga di tengah arus zaman yang kian kompleks? Sejarah mencatat, dalam banyak peradaban kuno, perempuan kerap diposisikan sebagai objek—bahkan tidak jarang kehilangan hak dasar sebagai manusia. Dalam tradisi tertentu di …

Bumi Al-Qur’an: Pesantren Unik yang Paling Siap Menghadapi Tantangan Masa Depan

Di tengah dunia yang berubah sangat cepat, sistem pendidikan sedang diuji relevansinya. Revolusi teknologi, kecerdasan buatan, krisis pangan global, perubahan iklim, disrupsi ekonomi, hingga krisis moral generasi muda menjadi tantangan nyata yang tidak bisa dijawab dengan pola pendidikan lama. Banyak lembaga pendidikan masih berorientasi pada hafalan teori, ijazah, dan standar administratif, sementara dunia membutuhkan manusia yang tangguh, adaptif, kreatif, dan …

Perbaiki Niatmu, Allah akan Memperbaiki Amalmu

Oleh: Ahmad Ghozali Fadli Dalam hidup, manusia sering kali sibuk memperbaiki hasil: ingin amalnya terlihat, dihargai, diakui, dan dipuji. Kita mengukur keberhasilan dari angka, tepuk tangan, dan pengakuan manusia. Padahal dalam Islam, urusan pertama yang Allah nilai bukan hasil, tetapi niat. Bukan seberapa besar amalmu di mata manusia, melainkan seberapa jujur hatimu di hadapan Allah. Allah ﷻ dengan tegas menempatkan …

Membangun SDM untuk Antisipasi Musibah Banjir

Oleh: Ahmad Ghozali Fadli Musibah banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera mengingatkan kita bahwa bencana tidak hanya diakibatkan oleh curah hujan ekstrem, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola ruang hidupnya. Setiap tahun, siklus yang sama berulang: sungai meluap, tanggul jebol, ribuan warga mengungsi. Namun di balik peristiwa itu tersimpan persoalan yang lebih mendasar: sejauh …

Pesantren Bukan Tempat Penitipan

Oleh: Ahmad Ghozali Fadli Banyak orang tua hari ini tanpa sadar memperlakukan pesantren seperti day care raksasa. Anak dititipkan, biaya pendidikan dibayar, lalu urusan selesai. Jika anak berprestasi, orang tua ikut bangga; jika anak bermasalah, pesantren disalahkan. Apa cara pandang ini benar? Mari kita lihat fakta sederhana di sekitar kita: Tiket playground: Rp100.000 per hari, hanya untuk anak bermain jungkat-jungkit …