Imam Syafi’i berkata: Allah Tabaraka wa Ta ’ala berfirman kepada Rasul-Nya, “Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan. ” (Qs. Al Muzammil (73): 4) Imam Syafi’i berkata: Sekurang-kurangnya dibaca dengan tartil. yaitu memperlambat di dalam membaca Al Qur’an dan mengucapkannya dengan jelas. Semakin jelas dalam membaca, maka hal itu lebih saya sukai selama tidak sampai menambah bacaan itu sehingga menjadi …
Penulis: Yayasan Bumi Al Quran Nusantara
Bersuci untuk Shalat Istisqa’
Imam Syafi’i berkata: Apabila seorang yang mukim atau musafir hendak mengerjakan shalat Istisqa’, shalat hari raya, Jenazah, sujud Syukur, sujud Tilawah, atau menyentuh A1 Qur’an, maka ia harus tetap dalam keadaan suci, yang membolehkan shalat fardhu karena semua itu adalah ibadah shalat.
Membaca “Amin” Ketika Selesai Membaca Ummul Qur’an
Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. “Apabila imam membaca amin, maka ucapkanlah amin. Sesungguhnya barangsiapa ucapan aminnya bersesuaian dengan ucapan amin para malaikat, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu. ’’ Ibnu Syihab mengatakan, “Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca amin.” Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. “Apabila imam membaca …
Membaca Ummul Qur’an Setelah Ta’awudz
Imam Syafi’i berkata: Rasulullah menyabdakan agar seseorang membaca Ummul Qur’an dalam shalatnya. Ini menunjukkan bahwa hal itu adalah wajib bagi orang yang melakukan shalat, apabila ia sanggup membacanya. Diriwayatkan dari Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca surah Al Faatihah.” Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. …
Bagaimana Shalat Istisqa
Imam Syafi’i berkata: “Rasulullah SAW keluar ke tempat shalat, lalu beliau mengerjakan shalat Istisqa’, beliau memutar kain selendangnya ketika menghadap ke kiblat. ” Imam Syafi’i berkata: Telah dikhabarkan kepada saya oleh seorang yang terpercaya dari Ja’far bin Muhammad, bahwa Nabi SAW, Abu Bakar dan Umar membaca dengan suara yang keras pada saat mengerjakan shalat Istisqa, dan mereka mengerjakan shalat sebelum …
Waktu Imam Keluar untuk Shalat Istisqa’ dan Khutbah
Imam Syafi’i berkata: Imam keluar untuk melaksanakan shalat Istisqa’ apabila telah sampai di tempat shalat, dan matahari telah tampak. Apabila telah selesai shalat, maka ia dapat berdiri untuk menyampaikan khutbahnya di atas mimbar, di atas kendaraan atau di tempat yang agak tinggi agar dapat disaksikan oleh orang banyak.
Membaca Ta’awudz Setelah Iftitah
Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘‘Apabila kamu membaca Al Qur ‘an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk. ” (Qs. An-Nahl(16): 98) Imam Syafl’i berkata: Adalah Ibnu Umar membaca ta’awudz. Imam Syafl’i berkata: Sebagian mereka ada yang membaca ta ’awudz ketika memulai shalat sebelum membaca Ummul Qur’an. Saya lebih menyukai agar seseorang mengucapkan audzu billahi minasy-syaithani rajim …
Doa Iftitah
Imam Syafl’i berkata: Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila memulai shalat, ia membaca. “Aku menghadapkan wajahku kepada yang telah menciptakan langit dan bumi dengan hanif (tauhid) dan aku tidaklah termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku bagi Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan demikianlah aku diperintahkan. ” Kebanyakan mereka …
Di Mana Tempat Shalat Istisqa’
Imam Syafl’i berkata: Imam mengerjakan shalat Istisqa’ di tempat mengerjakan shalat hari raya atau di tempat yang lebih luas, dan di mana saja mereka melaksanakan shalat Istisqa’, maka hal itu dipandang telah mencukupi, insya Allah.
Hujan Sebelum Shalat Istisqa’
Imam Syafi’i berkata: Apabila imam telah bersiap-siap keluar untuk melaksanakan shalat Istisqa, tiba-tiba ia mendapati hujan turun, baik sedikit maupun banyak, maka saya menyukai agar ia meneruskan shalatnya; dan hendaknya orang-orang keluar untuk menghadirinya dengan bersyukur atas limpahan rahmat tersebut, mereka memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta ’ala agar menambahnya dengan meratakan (nikmat) kepada semua makhluk-Nya. Namun apabila mereka tidak’melakukan …
