Imam Syafi’i berkata:
“Rasulullah SAW keluar ke tempat shalat, lalu beliau mengerjakan shalat Istisqa’, beliau memutar kain selendangnya ketika menghadap ke kiblat. ”
Imam Syafi’i berkata: Telah dikhabarkan kepada saya oleh seorang yang terpercaya dari Ja’far bin Muhammad, bahwa Nabi SAW, Abu Bakar dan Umar membaca dengan suara yang keras pada saat mengerjakan shalat Istisqa, dan mereka mengerjakan shalat sebelum khutbah, mereka bertakbir pada shalat Istisqa’ sebanyak tujuh dan lima kali.
Imam Syafi’i berkata: Kami memerintahkan imam agar bertakbir pada shalat Istisqa sebanyak tujuh kali dan lima kali sebelum membaca Ummul Qur’an, dan mengangkat kedua tangannya pada setiap takbir. Ia membaca dengan suara yang keras, dan mengajakannya sebanyak dua rakaat.
Shalat Istisqa tidak berbeda sedikit pun dengan shalat hari raya, kami memerintahkan membaca bacaan seperti pada shalat dua hari raya.
Apabila ia membaca dengan suara yang kecil, (pelan/rendah), maka ia boleh tidak mengulangi shalatnya. Apabila ia meninggalkan takbir, maka tidak ada sujud Sahwi baginya.

