Membaca “Amin” Ketika Selesai Membaca Ummul Qur’an

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

“Apabila imam membaca amin, maka ucapkanlah amin. Sesungguhnya barangsiapa ucapan aminnya bersesuaian dengan ucapan amin para malaikat, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu. ’’

Ibnu Syihab mengatakan, “Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca amin.”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

“Apabila imam membaca Ghairil maghdhubi *alaihim wa ladh- dhaaliin, maka ucapkanlah amin, karena barangsiapa bersesuaian ucapannya dengan ucapan para malaikat, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu. ”

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

“Apabila seseorang dari kalian mengucapkan amin dan para malaikat di langit mengucapkan amin, lalu bersesuaian antara keduanya, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.”

Imam Syafi’i berkata: Apabila imam telah selesai membaca Ummul Qur’ an, maka ia boleh mengucapkan amin dengan mengeraskan suaranya agar diikuti oleh makmum. Apabila imam itu mengucapkan amin, maka makmum pun mengikutinya, dan mereka memperdengarkan ucapan itu kepada diri mereka sendiri. Saya tidak menyukai mengeraskan suara ketika mengucapkan amin. Namun apabila mereka melakukannya, maka hal itu tidak mengapa. Apabila imam tidak mengucapkan dan makmum yang berada di belakangnya, juga tidak mengucapkannya, maka mereka tidak haras mengulanginya dan tidak perlu melakukan sujud sahwi.

Imam Syafi’i berkata: Apabila ia mengucapkan amin dan menambah dengan “rabbul ‘alamin ” atau yang lainnya dari dzikir kepada Allah, maka hal itu dianggap baik, karena dzikir kepada Allah tidak membatalkan shalat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *