Siapakah yang Shalat Istisqa’

Imam Syafi’i berkata: Setiap imam yang mengeijakan shalat Jum’at dan shalat dua hari raya, maka ia boleh shalat meminta hujan dan mengerjakan shalat Gerhana. Shalat Jum’at tidak dikeijakan kecuali karena pertimbangan wajib, sebab shalat Jum’at adalah shalat Zhuhur. Apabila shalat Jum’at dikerjakan, maka shalat Zhuhur telah diringkas menjadi dua rakaat. Apabila di suatu desa ada satu jamaah yang hendak melaksanakan …

Pembahasan Tentang Shalat Istisqa’ (Mohon Hujan)

Imam Syafi’i berkata: telah mengkhabarkan kepada kami Malik bin Anas, ia berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Rasul SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, binatang-binatang ternak telah binasa dan jalan-jalan telah putus, maka berdoalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala Lalu Rasul SAW berdoa, kemudian turunlah hujan kepada kami dari hari Jum’at ke Jum’at berikutnya.” Anas bin Malik berkata, “Laki-laki itu datang lagi …

Shalat Dalam Ka’bah

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke dalam Ka’bah bersama Bilal, Usamah serta Utsman bin Talhah. Ibnu Umar berkata, “Apa yang diperbuat Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam Ka’bah?” Bilal menjawab, “Beliau menempatkan satu tiang pada sisi kirinya dan satu tiang di sisi kanannya serta tiga tiang di belakangnya, kemudian beliau mengerjakan shalat.” …

Keadaan Kedua Tentang Bolehnya shalat Tidak Menghadap Kiblat

Imam Syaft’i berkata: Surniah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam menunjukkan bahwa seorang yang melakukan safar (perjalanan) boleh mengerjakan shalat sunah di atas kendaraan, dengan menghadap ke arah manasaja. Apabila ia hendak ruku atau sujud, maka ia cukup memberi isyarat, dan menjadikan posisinya saat sujud lebih rendah dari rukunya. Tidak boleh mengerjakan shalat selain menghadap ke arah kiblat bagi orang yang melakukan …

Shalat Gerhana Sendirian

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Amru atau Safwan bin Abdullah bin Safwan, ia berkata: Saya melihat Ibnu Abbas melaksanakan shalat di belakang sumur Zamzam karena gerhana matahari sebanyak dua rakaat, pada tiap rakaatnya ada dua ruku.” Imam Syafi’i berkata: Maka demikianlah, saya lebih menyukai bagi yang mukim menjadi imam untuk melaksanakan shalat. Namun apabila imam meninggalkan shalat Gerhana, hendaklah ia …

Kadar Shalat Gerhana Matahari

Imam Syafi’i berkata: Saya menyukai agar imam berdiri saat shalat Gerhana Matahari, lalu bertakbir kemudian membaca doa Iftitah, sebagaimana ia membaca doa Iftitah pada shalat fardhu. Kemudian setelah doa Iftitah pada rakaat pertama, ia membaca surah Al Baqarah apabila ia mengafalnya. Namun apabila ia tidak menghafalnya, ia boleh membaca surah lain yang panjangnya seperti surah Al Baqarah. Kemudian ia ruku …

Kutbah Shalat Gerhana Matahari

Imam Syafi’i berkata: Imam berkhutbah pada shalat Gerhana matdhari yang teijadi pada siang hari dengan dua khutbah, ia duduk pada khutbah pertama ketika berada di atas mimbar, kemudian berdiri. Apabila telah selesai dari khutbah pertama, ia duduk kemudian berdiri untuk membaca khutbah kedua. Apabila telah selesai, maka ia dapat turun dari mimbar. Imam Syafi’i berkata: Imam menjadikan khutbah pada shalat …

Waktu Shalat Gerhana Matahari

Imam Syafi’i berkata: Manakala telah terjadi gerhana matahari pada tengah hari, sesudah ashar atau sebelumnya, maka imam boleh mengerjakan shalat Gerhana Matahari dengan orang banyak, karena Nabi SAW memerintahkan shalat yang disebabkan oleh gerhana matahari. Tidak ada waktu haram bagi shalat yang diperintahkan Nabi SAW, sebagaimana tidak diharamkan mengerjakan shalat yang luput, shalat jenazah, shalat karena thawaf, dan shalat yang …