Hewan-hewan Buruan yang tidak Ada Namanya

Imam Syafi’i berkata: Setiap binatang buruan yang biasa dimakan, yang namanya telah kami sebutkan, maka dendanya adalah binatang yang telah kami sebutkan juga. Adapun binatang buruan yang biasa dimakan tapi namanya belum kami sebut, maka dendanya diqiyaskan dengan binatang pengganti

Ummu Hubbaid

Diriwayatkan dari Abu Safar bahwa Utsman bin Affan memutuskan bahwasanya denda untuk ummu hubbaid adalah kambing yang bunting. Imam Syafi’i berkata: Jika hewan ini memang biasa dimakan oleh orang Arab, maka hal itu sebagaimana yang diriwayatkan dari Utsman bin Affan

Wabar

Diriwayatkan dari Atha’, ia berkata, “Denda dari wabar apabila ia dimakan adalah berupa seekor kambing.” Imam Syafi’i berkata: Perkataan Atha’ “Apabila dia dimakan” menunjukkan bahwa yang harus dibayar dendanya adalah binatang buruan yang dimakan. Imam Syafi’i berkata: Sa’id telah mengabarkan

Dhab (Sejenis Biawak)

Diriwayatkan dari Thariq bin Syihab, ia berkata, “Kami keluar untuk melaksanakan ibadah haji. Waktu itu ada seseorang di antara kami yang bernama Arbad yang menginjak seekor dhab, lalu hewan tersebut patah tulang belakangnya. Kami datang kepada Umar dan Arbad untuk

Pelanduk

Diriwayatkan dari Atha’, ia berkata, “Denda dari seekor pelanduk adalah berupa kambing.” Diriwayatkan dari Ayas bin Abdullahbin Ma’bad, ia berkata, “Denda dari seekor pelanduk adalah berupa kambing.”

Penjelasan Ringkas Tentang Hewan Kurban

Imam syafi’i berkata: Hewan kurban terdiri dari unta, sapi dan kambing. Dalam hal unta sama saja apakah unta tersebut unta bukhti (unta yang lehernya panjang) atau unta ‘arab. Termasuk hewan kurban adalah kerbau, domba, dan kambing. Barangsiapa bernadzar untuk menyembelih hewan

Yarbu’ (Sejenis Tikus tapi Kaki belakangnya Lebih Panjang)

Diriwayatkan dari Jabir bahwa Umar bin Khaththab RA memutuskan bahwa denda terhadap seekor yarbu ’ adalah jafrah (kambing betina yang berumur 4 bulan). Diriwayatkan dari Atha’ bin Abi Rabah, dia berkata, “Denda terhadap seekor yarbu ’ adalah seekor jafrah.'”‘ Imam

Nadzar untuk Berbuat Kebaikan

Imam Syafi’i berkata: Barangsiapa bernadzar untuk pergi ke Baitullah dengan berjalan kaki, maka ia wajib pergi ke sana dengan berjalan kaki apabila ia mampu. Tapi apabila ia tidak mampu, ia boleh naik kendaraan namun harus menyembelih dan (hewan kurban) sebagai

Kelinci

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Denda untuk kelinci adalah berupa seekor kambing.” Diriwayatkan dari Ibnu Juraiz bahwa Mujahid berkata, “Denda untuk seekor kelinci adalah berupa kambing.” Imam Syafi’i berkata: Segala jenis kambing, baik yang kecil atau yang besar, ia

Kijang

Telah mengkhabarkan kepada kami Arrabi’ (murid Imam Syafi’i), dia berkata, “Imam Syafi’i telah mengkhabarkan kepada kami dari Jabir bahwasanya Umar bin Khaththab menentukan bahwa denda dari pembunuhan terhadap kijang adalah berupa kambing jantan.” Imam Syafi’i berkata: Begitulah pendapat kami, karena