Imam Syafi’i berkata: Jika seseorang berwasiat berupa seorang budak tertentu untuk orang lain, kemudian ia berwasiat dengan budak itu juga untuk orang lain lagi, maka budak tersebut milik keduanya dengan pembagian setengah-setengah. Apabila ia berkata “Budak yang saya wasiatkan untuk si fulan itu (menjadi) untuk si fulan (orang lain)”, atau “Saya wasiatkan budak yang saya wasiatkan untuk si fulan itu …
Yang Dianggap Menarik Wasiat Kembali dan Mengubahnya serta yang Tidak









