Bermakmum Pada Dua Orang Imam Secara Bersamaan

Imam Syafi’i berkata: Apabila dua orang laki-Iaki berdiri menjadi imam bagi orang yang ada di belakangnya, dan masing-masing tidak bermakmum kepada yang lain, baik salah satu dari keduanya berada di depan atau sejajar, berdekatan maupun beijauhan, lalu orang-orang mengerjakan shalat

Shalat Dengan Dua Orang Imam Secara Bergantian

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad bahwa Rasul SAW pergi kepada Bani Amr bin ‘Auf untuk mendamaikan mereka, lalu waktu shalat tiba Kemudian muadzin datang kepada Abu Bakar dan berkata, “Apakah engkau shalat bersama-sama orang banyak?” Abu Bakar

Makmum Keluar dari Shalat Imam

Imam Syafi’i berkata: Apabila seseorang bermakmum kepada seorang imam hanya satu rakaat, atau ia dan imam bersama-sama memulai shalat tetapi imam belum menyempurnakan rakaat, atau telah shalat lebih dari satu rakaat kemudian imam itu belum menyempurnakan shalatnya, lalu shalat orang

Perbedaan Niat Imam dan Makmum

Imam Syafi’i berkata: Sufyan telah mengabarkan kepada kami bahwa ia mendengar Amru bin Dinar berkata, saya mendengar Jabir bin Abdullah berkata, “Adalah Mu’adz bin Jabal mengerjakan shalat Isya, atau ‘Atamah bersama Rasul SAW, kemudian ia kembali lalu mengerjakan shalat dengan

Tempat Shalat Imam dan Makmum

Imam Syafi’i berkata: Ibnu Uyainah telah mengkhabarkan kepada kami dari Abu Hazim, ia berkata, “Mereka bertanya kepada Sahal bin Sa’ad tentang; dari apa mimbar Rasul SAW dibuat, kemudian ia menyebutkan hadits tentang hal itu.” Imam Syafi’i berkata: Saya memilih agar

Shalat Imam Dalam Keadaan Duduk

Imam Syafi’i berkafa: Diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Rasul SAW mengendarai kuda, lalu beliau terpelanting dari kuda itu sehingga kulit lambung kanannya tergores, maka beliau mengerjakan shalat daiam keadaan duduk, dan kami mengerjakan shalat di belakangnya daiam keadaan berdiri.

Posisi Berdirinya Imam

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah, dari Anas, ia berkata: “Saya dan seorang anak yatim sedang mengerjakan shalat di belakang Rasul SAW di rumah kami, dan Ummu Sulaim di belakang harm.” Imam Syafi’i berkata: Dari

Orang yang Tidak Memahami Shalat Menjadi Imam

Imam Syafl’i berkata: Apabila seorang muslim yang gila mengimami suatu kaum, atau apabila terkadang gila dan terkadang sadar, maka jika ia mengimami orang-orang dalam keadaan sadar, shalatnya dan shalat orang-orang yang bermakmum kepadanya dianggap memadai. Namun apabila sebaliknya, maka shalatnya

Orang Kafir Menjadi Imam

Imam Syafi’i berkata: Apabila seorang kafir mengimami kaum muslimin, baik mereka tidak mengetahui atau mengetahui akan kekafiraimya, maka shalat mereka tidak sah, dan shalat itu tidaklah mengubah orang kafir itu menjadi Islam sebelum ia mengikrarkan keislamannya. Orang kafir itu dihukum,

Orang yang Berjunub menjadi Imam

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Atha’ bin Yasar bahwa Nabi SAW bertakbir pada salah satu shalat, kemudian mereka mengisyaratkan supaya mereka menunggu. Kemudian beliau kembali sedang pada kulitnya terdapat bekas air. Diriwayatkan dari Muhammad bin Sirin, dari Nabi SAW yang