Memberikan jizyah atas penduduk suatu negeri dan memasukinya

Imam Syafi’i berkata: Allah berfirman, “Sesungguhnya orang- orang musyrik itu najis…. ” (Qs. At-Taubah (9): 28) Imam Syafi’i berkata: Sampai kepada saya bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Tidak sepatutnya bagi seorang muslim membayar upeti. Dan, tidaklah bagi orang musyrik

Memberikan Jizyah setelah dilawan

Imam Syafi’i berkata: Jika imam menawan suatu kaum dari Ahli Kitab, termasuk para wanita dan anak-anak mereka, lalu mereka meminta untuk dilepaskan, anak-anak serta kaum perempuan mereka dikeluarkan dengan membayar jizyah, maka imam tidak boleh melakukannya terhadap para wanita, anak-anak

Yang dibebaskan membayar jizyah

Imam Syafi’i berkata: Allah berfirman, “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang)

Pembagian orang yang diambil jizyah darinya

Imam Syafi’i berkata: Setiap orang yang beragama seperti agama yang dianut oleh bapak-bapaknya atau ia beragama sendiri, atau agama Ahli Kitab dari kitab manapun sebelum turunnya Al Qur’an, maka ia bukan dari golongan penyembah berhala. Jika orang itu memberikan jizyah

Tambahan sebagai Ahli Kitab

Imam Syafi’i berkata: Kabilah-kabilah Arab itu berpindah-pindah dari satu negeri ke negeri yang lain sebelum diutus Rasul-Nya, Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Mereka itu beragama Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani). Sebagian orang Ahli Kitab mendekati orang Arab dari penduduk Yaman, sehingga

Asal muasal pengambilan jizyah darinya

Imam Syafi’i berkata: Allah telah mengutus Rasul-Nya di Makkah, yaitu negeri kaumnya, sedangkan kaumnya itu orang-orang yang ummi (tidak dapat membaca). Allah berfirman, “Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat- ayat-Nya

Memenangkan agama Nabi atas agama-agama lain

Imam Syafi’i berkata: Allah berfirman, “Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur ‘an) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” (Qs. At-Taubah (9): 33) Dari Abu Hurairah bahwa RasuluIIah shallallahu alaihi

Larangan lari dari medan pertempuran

Imam Syafi’i berkata: Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka ianganlah kamu membelakangi mereka (mundur).” (Qs. Al Anfaal (8): 15) Apabila kaum muslimin berperang, atau mereka mau dan bersiap untuk

Pencabangan Kewajiban Berjihad

Imam Syafi’i berkata: Allah berfirman, “Perangilah orang-orang kafir yang ada di sekitar kamu itu…. ”(Qs. At-Taubah (9): 123) Maka, Allah mewajibkan jihad terhadap orang-orang musyrikin dan Dia menjelaskan tentang orang-orang yang dimulai untuk diperangi. Allah memberitahukan bahwa mereka adalah orang-orang

Bagaimana Anda mengutamakan jihad

Imam Syafi’i berkata: Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,“Diwajibkan atas kalian berperang, padahal perang itu adalah sesuatu yang kalian benci…. ” (Qs. Al Baqarah (2): 216) Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya menunjukkan bahwa wajibnya jihad itu sesungguhnya ditujukan kepada orang yang mempunyai