Makruhnya Shalat di Muka Makanan

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak sempurnalah shalatnya seseorang di muka makanan dan tidak sempurna pula shalatnya di waktu ia menahan dua macam kotoran” yakni ada keinginan akan kencing atau berak dan termasuk pula ingin kentut.

Larangan Membiarkan Api Menyala Di Rumah Ketika Tidur  

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Janganlah engkau semua membiarkan api itu dalam rumah-rumahmu dalam keadaan menyala, ketika engkau semua masuk tidur ” (Muttafaq ‘alaih) Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a., katanya: “Ada rumah terbakar di Madinah mengenai

Larangan Mengangkat Mata Ke Langit yakni Ke Arah atas Dalam Shalat

Dari Anas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bagaimanakah keadaan kaum  yakni  orang-orang  itu. Mereka sama mengangkat  mata mereka ke  langit  yakni ke atas dalam shalat mereka.” Selanjutnya mengeraslah sabdanya dalam mengingatkan hal itu sehingga bersabda: “Niscayalah mereka wajib menghentikan kelakuan

Makruhnya Menoleh Dalam Shalat Tanpa Adanya Uzur

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Saya bertanya kepada Rasulullah s.a.w. perihal menoleh di waktu shalat, lalu beliau s.a.w. bersabda: “Menoleh itu adalah sambaran karena lengah yang dilakukan oleh syaitan dengan cara penyambaran yang cepat sekali dalam shalatnya seseorang hamba.”  (Riwayat 

Larangan Shalat Menghadap Ke Arah Kubur

Dari Abu Martsad yaitu Kannaz bin al-Hushain r.a., katanya: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Janganlah engkau semua bersembahyang menghadap ke arah kubur dan jangan pula duduk di atas kubur itu.” (Riwayat Muslim)

Haramnya Berjalan Melalui Mukanya Orang yang Bersembahyang

Dari Abul Juhaim yaitu Abdullah bin al-Harits bin as-Shimmah al-Anshari r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Andaikata seseorang yang berjalan melalui muka orang yang bersembahyang itu mengetahui perihal betapa besarnya dosa yang ditanggung olehnya, nicayalah  ia  akan  suka berdiri menantikannya selama

Makruhnya Makmum Memulai Shalat Sunnah Setelah Muazzin Mulai Mengucapkan Iqamah

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Jikalau shalat sudah dibacakan iqamahnya, maka tidak ada shalat yang perlu dikerjakan selain shalat yang diwajibkan.” (Riwayat Muslim)

Makruhnya Mengkhususkan Hari jum’at Untuk Berpuasa dan Malam jum’at Untuk Shalat Malam

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Janganlah engkau semua mengkhususkan malam jum’at untuk berdiri mengerjakan shalat malam di antara beberapa malam yang lain dan janganlah pula mengkhususkan hari Jum’at untuk berpuasa  dari beberapa hari yang lain, kecuali kalau

Makruhnya Berjalan Dengan Mengenakan Sebuah Terumpah Atau Sebuah Sepatu

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Janganlah seseorang di antara engkau semua itu berjalan dengan mengenakan sebuah terumpah saja. Hendaklah kedua-duanya itu dikenakan semua atau hendaklah dilepaskan sajalah semuanya.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Atau hendaklah ditanggalkan saja keduanya

Haramnya Mempersambungkan dalam Berpuasa

Dari Abu Hurairah dan Aisyah radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Nabi s.a.w. melarang puasa wishal  yaitu mempersambungkan puasa dua hari atau lebih tanpa berbuka sedikitpun. (Muttafaq ‘alaih) Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah  s.a.w. melarang berpuasa wishal  lihat keterangan wishal dalam Hadis