Penggantian agama orang-orang yang kena jizyah

Imam Syafi’i berkata: Seseorang yang menganut agama Ahli Kitab, jizyah mereka tidak diterima kecuali nenek moyangnya atau dia sendiri telah menganut agama itu sebelum turunnya Al Qur’an, dan jizyah itu diterima dari orang yang tetap pada agamanya dan agama nenek

Wasiat Harta yang dibolehkan bagi Tawanan dari Hartanya

Imam Syafi’i berkata: Tawanan dibolehkan berbuat sesuatu terhadap hartanya di negeri Islam. Jika ia datang untuk dibunuh selama belum dipukui, maka ia tidak dianggap sakit. Demikan juga dengan orang yang berada di antara dua barisan perang. Imam Syafi’i berkata: Dari

Pernikahan orang yang diambil jizyah darinya dan memakan sembelihannya

Imam Syafi’i berkata: Hukum Allah kepada kaum musyrikin itu ada dua macam: ditetapkannya hukum bahwa para penyembah berhala itu diperangi hingga mereka masuk Islam, dan Ahli Kitab diperangi hingga mereka membayar jizyah atau masuk Islam. Allah menghalalkan wanita Ahli Kitab

Negeri orang yang mengadakan perdamaian

Imam Syafl’i berkata: Apabila imam memerangi suatu kaum dan belum memperoleh kemenangan atas mereka, sehingga mereka mengusulkan perdamaian kepada imam dengan tanah mereka atau sesuatu yang akan mereka berikan kepada imam dari tanah mereka, dan pemberian mereka itu lebih banyak

Orang yang dijamin Keamanannya di Darul Harb

Imam Syafi’i berkata: Apabila suatu kaum dari kaum muslimin masuk ke darul harb (negeri perang) dengan ada jaminan keamanan, maka musuh mereka dapat menjamin keamanan hingga mereka berpisah dari kaum musyrikin itu atau mereka sampai di tempat yang aman. Tidak

Negeri kekerasan

Imam Syafi’i berkata: Jika imam dapat menguasai negeri-negeri ahlul harb dan mengusir penduduknya dari negeri itu, atau menguasai beberapa negeri berikut penduduknya, dan tidak ada di antara negeri-negeri yang didudukinya dan negeri Islam itu seorang musyrikpun, atau ada di antara

kadar Jizyah

Imam Syafi’i berkata: Allah berfirman, “Sampai mereka memberikan jizyah dengan patuh… ” (Qs. At-Taubah (9): 29) Jizyah itu mungkin sedikit dan banyak. Imam Syafi’i berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengambil jizyah dari penduduk Yaman sebesar 1 Dinar setiap tahunnya atau

Pembahasan tentang Hukum Memerangi Musyrikin dan Masalah Harta Kafir Harbi

Imam Syafi’i berkata: Ahli Kitab dan orang-orang musyrik yang berperang, mereka diperangi hingga masuk Islam atau membayar jizyah dengan tangan mereka dan mereka dalam keadaan tunduk. Apabila mereka sudah memberi jizyah, maka kaum muslimin tidak boleh membunuh atau memaksa mereka

Memberikan jizyah atas penduduk suatu negeri dan memasukinya

Imam Syafi’i berkata: Allah berfirman, “Sesungguhnya orang- orang musyrik itu najis…. ” (Qs. At-Taubah (9): 28) Imam Syafi’i berkata: Sampai kepada saya bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Tidak sepatutnya bagi seorang muslim membayar upeti. Dan, tidaklah bagi orang musyrik

Memberikan Jizyah setelah dilawan

Imam Syafi’i berkata: Jika imam menawan suatu kaum dari Ahli Kitab, termasuk para wanita dan anak-anak mereka, lalu mereka meminta untuk dilepaskan, anak-anak serta kaum perempuan mereka dikeluarkan dengan membayar jizyah, maka imam tidak boleh melakukannya terhadap para wanita, anak-anak