Mengucapkan Seperti Yang Diucapkan Muadzin

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Abu Said A1 Khudri bahwasanya Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘‘Apabila kamu mendengar panggilan shalat (adzan), maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin ” Imam Syafi’i berkata: Wajib bagi setiap orang yang berada di luar shalat, baik sedang membaca Al Qur’an, berdzikir, diam atau berbicara, agar mengucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh muadzin. Pada kalimat “hayya ‘ala …

Tambahan Pada Lafadz Adzan

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, ia mengatakan bahwa adalah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan muadzin untuk mengucapkan, “Ketahuilah, shalatlah di tempat-tempat kalian.” Yaitu, apabila malam sangat dingin dan angin kencang. Saya menyukai agar imam memerintahkan muadzin seperti ini apabila ia telah selesai dari adzannya. Namun apabila ia mengucapkan dalam adzannya, maka hal itu tidak mengapa. Apabila mengucapkan …

Meninggikan Suara Ketika Adzan

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Abu Sha’sha’ah bahwasanya Abu Said Al Khudri berkata kepadanya, “Sesungguhnya saya memperhatikan bahwa engkau menyukai kambing dan pedusunan, apabila engkau berada pada kambing dan pedusunanmu. Apabila engkau hendak mengumandangkan adzan, maka tinggikanlah suaramu, karena tidaklah jin dan manusia mendengar gema suaramu kecuali ia akan menjadi saksi pada hari kiamat.” Abu Said Al Khudri berkata, “Saya …

Waktu Fajar

Imam Syafi’i berkata: Allah Subhanahu wa Ta ’ala berfirman, “dan shalat Fajarlah, karena sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan olehpara malaikat’’ (Qs. Al Israa’ (17): 78) Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mendapati satu rakaat dari shalat Subuh (maka ia telah mendapati shalat Subuh):’ Subuh itu adalah fajar, ia hanya mempunyai dua nama, yaitu, subuh dan fajar. Saya tidak menyukai penamaan …

Adzan Dan Iqamat Untuk Shalat Jamak

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah tentang haji Islam, ia mengatakan: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pergi ke tempat wukuf di Arafah. Lalu beliau melakukan khutbah yang pertama di hadapan manusia, kemudian Bilal mengumandangkan adzan. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memulai khutbahnya yang kedua setelah Nabi selesai dari khutbahnya yang pertama dan selesainya Bilal dari adzan, lalu ia melakukan …

Seseorang Yang Adzan Dan Iqamat

Imam Syafl’i berkata: Apabila seseorang mengumandangkan adzan, maka saya menyukai agar dia juga yang melakukan iqamat. Telah diriwayatkan tentang hal ini, “Bahwa siapa yang adzan, maka hendaklah ia yang iqamat.” Yang demikian dikarenakan -wallahu a ‘lam- bahwa apabila seseorang melakukan adzan, maka dialah yang lebih utama melakukan iqamat. Namun apabila yang lain melakukan iqamat, maka hal itu tidak mengapa, insya …

Berbicara Ketika Adzan

Imam Syafl’i berkata: Adalah lebih saya sukai apabila muadzin itu tidak berbicara sebelum ia selesai dari adzannya. Namun apabila ia melakukan hal itu, maka ia tidak harus mengulangi adzan sebelum berbicara, apapun perkataannya itu. Demikian juga, saya memandang makrah apabila ia berbicara ketika iqamat. Namun apabila ia berbicara ketika iqamat, maka ia tidak haras mengulanginya Apabila ia mengumandangkan Sebagian dari …

Menghadap Kiblat Ketika Adzan

Imam Syafi’i berkata: Saya tidak menyukai apabila muadzin itu tidak menghadap ke kiblat ketika sedang adzan. Hendaknya kedua ujung kaki dan mukanya senantiasa menghadap kekiblat, karena ia sedang memberitahukan kepada manusia tentang masuknya waktu shalat, dan ia menghadapkan manusia ke kiblat dengan sebab melaksanakan shalat. Apabila ia menyimpangkan badan atau wajahnya dari arah kiblat, baik sebagian maupun seluruhnya, maka saya …

Kisah Adzan

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Abdul Aziz bin Abdul Malik bin Abi Mahzurah, bahwasanya Abdullah bin Muhairiz mengkhabarkan kepadanya (ia adalah anak yatim dalam pangasuhan Abu Mahzurah): Ketika ia dibawa ke negeri Syam (Syiria), Abdullah bin Muhairiz berkata, “Saya bertanya kepada Abu Mahzurah, ‘ Wahai paman, saya akan pergi ke negeri Syam dan saya takut akan ditanya tentang adzanmu, maka …

Jumlah Muadzin Serta Upahnya

Imam Syaf’i’i berkata: Saya lebih menyukai muadzin itu dibatasi dua saja, karena kami menghafal dari hadits Rasul bahwa pada masa beliau hanya terdapat dua muadzin, walaupun tidak menutup kemungkinan adzan dikumandangkan oleh dua orang setelah yang pertama mengumandangkannya. Namun jika hanya satu adzan, maka hal itu tidak mengapa. Saya tidak menyukai bagi imam yang apabila muadzin telah mengumandangkan adzan pertama, …