Bejana Yang Digunakan Sebagai Wadah Untuk Berwudhu

Imām Syāfi‘ī berkata: Dari Ibnu ‘Abbās r.a. bahwasanya ia berkata: مَرَّ رَسُوْلُ اللهِ (ص) بِشَاةٍ مَيْتَةٍ قَدْ كَانَ أَعْطَاهَا مَوْلَاهُ لِمَيْمُوْنَةَ زَوْجُ النَّبِيِّ (ص)، قَالَ: فهَلَّا انْتَفَعْتُمْ بِجِلْدِهَا. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّهَا مَيْتَةُ، فَقَالَ: إِنَّمَا حَرُمَ أَكْلُهَا. Nabi s.a.w. pernah melewati bangkai seekor kambing yang telah diberikannya kepada mantan budak Maimūnah, istri Nabi s.a.w., beliau bertanya: “Apakah kamu tidak …

Air Sisa yang Dipakai oleh Orang yang Junub

Imām Syāfi‘ī berkata: Diriwayatkan dari ‘Ā’isyah r.a.: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ (ص) كَانَ يَغْتَسِلُ مِنَ الْقَدَحِ وَ هُوَ الْفَرْقُ وَ كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَهُوَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ. “Bahwa Rasūlullāh s.a.w. mandi dari al-Qadah (yaitu al-Faraq). Saya dan beliau pernah mandi dari satu bejana.” Imām Syāfi‘ī berkata: Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbās, dari Maimūnah: أنَّهَا كَانَتْ تَغْتَسِلُ هِيَ وَ النَّبِيِّ (ص) مِنْ إِنَاءٍ …

Air Yang Berubah Menjadi Najis

Imām Syāfi‘ī berkata: Air terbagi atas dua macam; yang mengalir dan yang tergenang. a. Air mengalir. Apabila di dalam air yang mengalir itu terdapat sesuatu yang diharamkan; seperti bangkai, darah, atau sejenisnya dan berhenti pada suatu muara, maka air yang tergenang itu menjadi najis bila kadar air lebih sedikit dari jumlah bangkai, yaitu kurang lebih lima geriba Akan tetapi bila airnya …

Siapakah yang Dirindukan Rasulullah SAW?

Tahun 1441 Hijriah ini tampak berbeda. Biasanya Yayasan Bumi Al-Qur’an selalu memperingati Tahun Baru Hijriah, dengan semarak dan beragam kegiatan. Namun, tahun ini dilakukan biasa-biasa saja. Hanya doa bersama dan beberapa perlombaan saja. Sebenarnya kami sudah mengkonsep beragam kegiatan, namun suatu malam, saya bermimpi. “Ghozali, besarkan Maulid. Muharram biasa-biasa saja.”  Sontak, saya pun bangun dan segera menginstruksikan untuk membesarkan acara …

Beasiswa Bagi Penginjil

Ada seorang publik figur, sebut saja AA, yang menyatakan bahwa seorang penghafal al Qur’an tidak bisa diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui Jalur Khusus. Karena, kemampuan mereka tidak ada korelasinya dengan kemampuan akademik maupun integritas moral seseorang. Untuk itu, PTN tidak sepantasnya menerima para penghafal al Qur’an, tanpa melalui proses ujian pada umumnya. Hal ini diamini oleh DS. Beliau …

Gontor, PKI dan Hizbullah

“Pondok Bobrok, Langgar Bubar, Santri Mati,” inilah yel-yel yang diteriakkan Partai Komunis Indonesia (PKI) Madiun pada tahun 1948. Sejak 18 September 1948, Muso memproklamirkan negara Soviet Indonesia di Madiun. Otomatis, Magetan, Ponorogo, Pacitan menjadi sasaran berikutnya. Kyai di Pondok Takeran Magetan sudah dihabisi oleh PKI. Sekitar 168 orang tewas dikubur hidup-hidup. Kemudian PKI geser ke Ponorogo. Dengan sasaran Pondok Modern …

25 Pesan Habib Umar bin Hafidz

Inilah Pesan-pesan Habib Umar bin Hafidz dalam Multaqo Ulama International ke-13. Disarikan oleh: Ahmad Ghozali Fadli Pelayan Pesantren Alam Bumi Al-Qur’an, Wonosalam, Jombang Rasulullah SAW adalah manusia paling mulia dan agung. Pemberi teladan tertinggi dalam menjalankan amanah yang diberikan Allah SAW. Tidak ada jalan yang lebih mulia selain jalan yang mengantarkan kita untuk mengikuti Rasulullah SAW. Sesungguhnya amanah yang paling …

7 Manusia Bersifat Binatang

Jika ada makhluk yang diciptakan dengan sebaik-baik bentuk, maka itulah manusia (QS. 95: 4). Namun demikian, kebaikan bentuk itu tidak menjamin kebaikan budi, perangai terlebih akhlak. Semua kembali pada sang manusia itu sendiri. Jika iman yang diutamakan, insya Allah ia selamat dari sifat kebinatangan. Namun, jika sebaliknya, maka seorang manusia akan memiliki sifat-sifat binatang yang hanya berorientasi materi dan kesenangan syahwat. …

Larangan Memanggil Orang Fasik

Dari Buraidah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Janganlah engkau semua mengucapkan sayyid atau Tuan untuk seorang munafik, sebab sesungguhnya saja jikalau orang itu benar-benar menjadi sayyid yang artinya tinggi martabatnya di atas orang-orang lain yakni menjadi pemimpin, maka engkau semua benar-benar telah membuat kemurkaan Tuhanmu sekalian ‘Azzawajalla.” Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.

Makruhnya Memaki-maki Penyakit Panas

Dari Jabir r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. masuk ke tempat Ummu Saib atau Ummul Musayyab, lalu ia berkata: “Mengapa anda, hai Ummu Saib” atau “hai Ummul Musayyab. Mengapa anda gementar.” Wanita itu menjawab: “Dihinggapi penyakit panas. Semoga Allah tidak memberkahi penyakit ini.” Jabir berkata: “Janganlah anda memaki-maki penyakit panas itu, sebab sesungguhnya penyakit itu dapat melenyapkan semua kesalahan anak Adam, sebagaimana …