Imam Syafi’i berkata: Imam berkhutbah pada shalat Gerhana matdhari yang teijadi pada siang hari dengan dua khutbah, ia duduk pada khutbah pertama ketika berada di atas mimbar, kemudian berdiri. Apabila telah selesai dari khutbah pertama, ia duduk kemudian berdiri untuk membaca khutbah kedua. Apabila telah selesai, maka ia dapat turun dari mimbar.
Imam Syafi’i berkata: Imam menjadikan khutbah pada shalat Gerhana Matahari seperti khutbah-khutbah yang lain, dimulai dengan puji-pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta ’ala dan bershalawat atas Nabi SAW, mendorong manusia untuk berbuat kebajikan, memerintahkan mereka bertaubat, serta mendekatkan diri kepada Allah’Azza wa Jalla.

