Duduk Ihtiba’ pada hari Jum’at ketika Imam Sedang Berkhutbah

Imam Syafi’i berkata: Telah diberitakan kepada saya dari seseorang yang saya tidak menuduhnya berdusta dari Nafi’ dari Ibnu Umar, bahwasanya ia duduk ihtiba ketika imam sedang berkhutbah di atas mimbar. Imam Syafi’i berkata: Duduk ketika imam berada di atas mimbar adalah seperti duduk pada semua keadaan, kecuali apabila seseorang menyempitkan tempat orang lain, hal itu saya pandang makruh. Yang demikian …

Seseorang yang Menyuruh Orang Lain Berdiri dari Tempat Duduknya

Imam Syafi’i berkata: Allah SWT berfirman, “Apabila dikatakan kepadamu, Berlapang-lapanglah dalam majelis’. Maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, ‘Berdirilah kamu, maka berdirilah ’ ” (Qs.Al Mujaadilah (58): 11) Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata bahwa Rasul SAW bersabda, “Janganlah seorang menyuruh orang lain berdiri dari tempat duduknya, lalu ia menggantikannya, akan tetapi …

Seseorang yang Tidak Mendengarkan Khutbah

Imam Syafi’i berkata: Barangsiapa tidak mendengarkan khutbah, maka saya lebih menyukai agar ia diam, sebagaimana aku menyukai hal serupa bagi orang yang dapat mendengar khutbah. Apabila ia tidak mendengar khutbah sedikitpun, maka saya tidak memandang makruh jika ia membaca ayat Al Qur’an untuk dirinya sendiri dan berdzikir dengan menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta ’ala, dan hendaknya ia tidak berbicara …

Diam Mendengarkan Khutbah

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasul SAW bersabda, “Apabila engkau berkata kepada sahabatmu ‘diamlah ’sedangkan imam sedang berkhutbah, maka engkau telah merugi.” Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda, “Apabila engkau berkata kepada sahabatmu ‘diamlah’ sedangkan imam sedang berkhutbah pada hari Jum’at, maka engkau telah merugi.” Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari …

Perkataan yang Dimakruhkan dalam berkhutbah

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari ‘Adi bin Hatim, ia berkata: Seorang laki-laki berkhutbah pada zaman Rasulullah SAW, ia berkata, “Barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh ia telah mendapat petunjuk; dan barangsiapa mendurhakai keduanya, maka sungguh ia telah tersesat.” Lalu Nabi SAW berkata kepadanya. “Diam, sesungguhnya seburuk-buruk khatib adalah engkau. ” Lalu Nabi bersabda, “Barangsiapa menaati Allah dan Rasulnya, maka …

Bentuk Khutbah yang Disukai

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa pada suatu hari Nabi SAW berkhutbah, yaitu pada hari Jum’at. Beliau mengucapkan: “Segala puji hanya untuk Allah, kepada-Nya kita meminta pertolongan, kepada-Nya kita meminta ampun, kepada-Nya kita meminta petunjuk, dan kepada-Nya kita memohon pertolongan. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kita dan kejahatan amal-amal kita. Barangsiapa ditunjuki Allah, maka tidak ada …

Apabila Imam Berbicara dalam Khutbah

Imam Syafi’i berkata: Sesungguhnya Rasul SAW berkata kepada seorang laki-laki yang masuk kemasjid, sedang beliau berkhutbah. Beliau bertanya, : “Apakah engkau telah shalat? ” Laki-laki itu menjawab, “Belum.” Rasul SAW bersabda, “Kerjakanlah shalat dua rakaat. ” Dalam hadits Abu Said dikatakan, “Laki-laki itu bersedakah dengan salah satu dari dua helai kainnya, lalu Nabi SAW bersabda, ‘Lihatlah kepada laki-laki ini ” …

Bacaan pada Khutbah

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Ummu Hisyam binti Haritsah bin Nu’man, Imam Syafi’i berkata: Sesungguhnya Umar membaca dalam khutbahnya pada hari Jum’at “idzasy-syamsyu kuwwirat”, sampai kepada “alimat nafsun maa ahdharat”. (Qs. At-Takwir (81): 1-14) Lalu beliau memotong surah itu. Imam Syafi’i berkata: Telah sampai kepada kami bahwa Ali Karramallahu wajhahu sering membaca “qulyaa ayyuhal kaafirun” dan “qul huwallahu ahad” di …

Jumlah Lapisan Kain Kafan

Imam Syafi’i berkata: Saya lebih menyukai apabila jumlah kain kafan mayit sebanyak tiga helai yang berwarna putih, tidak termasuk baju kemeja dan serban. Barangsiapa mengkafani, maka ia dapat memulai dengan kain pertama yang ingin ia bentangkan, kemudian yang kedua dan yang ketiga, lalu kain diletakkan di bawah badan mayit dan di atasnya. Setelah itu diambil kapas yang sudah dibuang bijinya, …