Mendahulukan Wudhu Serta Urutannya

Imam Syafi’i berkata: Allah Subhanahu wa Ta ’ala berfirman, “Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. ” (Qs. A1 Maa’idah (5): 6) Rasul shallallahu alaihi wasallam berwudhu sebagaimana yang diperintahkan kepadanya, dan memulai dengan apa yang dimulai (diperintahkan) oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. …

Kadar Air Untuk Berwudhu

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, “Saya melihat Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam pada waktu Ashar telah tiba, lalu kebanyakan manusia mencari air untuk berwudhu namun mereka tidak memperolehnya. Kemudian Rasulululah shallallahu ‘alaihi wasallam datang dengan membawa air untuk berwudhu, lalu meletakkan tangannya pada bejana itu dan memerintahkan orang banyak untuk berwudhu dengan air tersebut. Saya menyaksikan …

Tempat Berdirinya Orang Yang Membantu Berwudhu

Imam Syafi’i berkata: Apabila seseorang berdiri untuk mewudhukan orang lain, hendaklah ia berdiri pada sisi kiri orang yang hendak diwudhukan, karena yang demikian lebih memungkinkan baginya menuangkan air dan lebih beradab. Namun apabila ia berdiri pada sisi kanan atau berdiri di sisi mana saja, lalu menuangkan air kepada orang yang berwudhu, maka hal itu cukup baginya, karena yang wajib hanyalah …

Membasuh Kedua Kaki

Imam Syafi’i berkata: Sesungguhnya Allah Subhana wa Ta ’ala berfirman, “Dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. ” (Qs. A1 Maa’idah(5): 6) Imam Syafi’i berkata: Kami membaca ayat tersebut, “wa arjulakum ” dengan makna basuhlah muka, tangan, kaki dan sapulah kepalamu. Imam Syall’i berkata: Saya tidak mendengar adanya perbedaan pendapat tentang kedua mata kaki yang disebutkan oleh Allah Azza …

Membasuh Muka

Imām Syāfi‘ī berkata: Allah s.w.t. berfirman: “Maka basuhlah mukamu…” (al-Mā’idah [5]: 6). Adalah satu hal yang logis bahwa muka itu tidak menjadi tempat tumbuhnya rambut kepala sampai kepada dua telinga, tulang rahang dan dagu. Bukanlah dinamakan muka apabila melewati tempat tumbuh rambut kepala, dan dua tepi dahi itu termasuk bagian dari kepala. Demikian halnya bagian yang botak dari kepala, botak …

Berkumur-kumur dan Memasukkan Air ke Hidung

Imām Syāfi‘ī berkata: Allah s.w.t. berfirman: “Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai ke siku.” (al-Mā’idah [5]: 6). Imām Syāfi‘ī berkata: Saya lebih menyukai orang berwudhu’ yang memulainya dengan berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidungnya tiga kali setelah membasuh kedua tangannya, yaitu dengan cara mengambil air dengan telapak tangannya untuk mulut dan hidungnya, kemudian memasukkan air …

Membasuh Kedua Tangan Sebelum Wudhu

Imām Syāfi‘ī berkata: Diriwayatkan dari Abū Hurairah r.a., ia berkata bahwa Rasūl s.a.w. bersabda: إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلْيَغْسِلْ يَدَيْهُ قَبْلَ إِدْخَالِهِمَا فِي الْوَضُوْءِ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَا يَدْرِيْ أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ. “Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka hendaklah ia membasuh kedua tangannya sebelum memasukkannya ke dalam air wudhu’, karena sesungguhnya seseorang di antara kalian tidak …

Bersiwak

Imām Syāfi‘ī berkata: Diriwayatkan dari Abū Hurairah r.a. bahwa Rasul s.a.w. bersabda: لَوْ لَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِيْ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوْءٍ وَ بِتَأْخِيْرِ الْعِشَاءِ. “Seandainya aku tidak takut memberatkan umatku, niscaya aku akan perintahkan kepada mereka bersiwak setiap kali hendak berwudhu’ dan mengakhirkan shalat ‘Isyā’.” (HR. Baihaqī, juz 1, hal. 35). Dari ‘Ā’isyah r.a. dari Nabi s.a.w., beliau …

Istinja

Imām Mālik, Abū Ḥanīfah, Aḥmad bin Ḥanbal, dan asy-Syāfi‘ī berbeda pendapat tentang hukum menghadap qiblat dan membelakangi qiblat saat buang air kecil dan buang air besar. Abū Ḥanīfah dan Aḥmad – dalam salah satu riwayat darinya – berkata: “Tidak boleh menghadap qiblat dan membelakanginya, baik di padang pasir maupun di dalam bangunan.” Mālik, asy-Syāfi‘ī dan Aḥmad – dalam riwayat kedua …

Berbicara dan Memotong Kumis

Imām Syāfi‘ī berkata: Tiada mengulangi wudhu’ karena berbicara, walaupun suara terdengar keras, dan tidak wajib mengulangi wudhu’ karena tertawa di dalam shalat dan di luar shalat. Dari Abū Hurairah, dari Nabi s.a.w., beliau bersabda: مَنْ حَلَفَ بِاللَّاتِ فَلْيَقُلْ: لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ. “Barang siapa bersumpah dengan al-Lāta, maka hendaklah ia mengucapkan Lā ilāha illallāh.” Imām Syāfi‘ī berkata: Dari Abū Hurairah, …