Larangan Berbuat Kekejian

Dari Ibnu Mas’ud r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bukannya seorang mu’min yang suka mencemarkan nama orang, atau yang suka melaknat dan bukan pula yang berbuat kekejian serta yang kotor mulutnya.” Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah

Makruhnya Memaksakan Keindahan Dalam Bercakap-cakap

Dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Rusak binasalah orang-orang yang suka melebih-Iebihkan  dari kadar kemampuan dirinya sendiri.” Beliau s.a.w. menyabdakan ini tiga kali. (Riwayat Muslim) Almutanaththi’una yaitu orang-orang yang melebih-Iebihkan dalam segala perkara. Dari Abdullah bin ‘Amr bin

Makruhnya berkata:” Cemar Jiwaku”

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha dari Nabi s.a.w. bersabda: “Janganlah sekali-kali seseorang di antara engkau semua itu mengucapkan: “Cemar jiwaku,” tetapi hendaklah mengatakan: “Buruk jiwaku.” (Muttafaq ‘alaih) Para alim-ulama berkata: “Makna khabutsat ialah cemar dan ini juga maknanya kata laqisat, tetapi

Makruhnya Bertengkar Dalam Masjid

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya ia mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa mendengar seseorang yang menanyakan mencari sesuatu benda yang hilang dalam masjid, maka hendaklah ia mengucapkan: “Semoga Allah tidak mengembalikan apa-apa yang hilang itu kepadamu, sebab sesungguhnya masjid itu tidaklah

Menamakan Anggur

Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Janganlah engkau semua menamakan anggur dengan sebutan alkarmu – artinya  mulia, sebab alkarmu itu adalah sebutan seorang Muslim.” (Muttafaq ‘alaih) Ini adalah lafaznya Imam Muslim. Dalam riwayat lain disebutkan: “Karena hanyasanya alkarmu

Larangan Menguraikan Sifat Keadaan atau Hal Ihwal Wanita Kepada Seseorang Lelaki

Dari Ibnu Mas’ud r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Janganlah seseorang wanita menyentuh wanita lain,  lalu  ia  memberitahukan keadaan atau sifat wanita itu kepada suaminya yang seolah-olah suami tadi dapat melihat wanita yang diterangkannya tadi.” (Muttafaq ‘alaih)

Larangan Berludah Dalam Masjid Dan Perintah Menghilangkannya

Dari Anas r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Berludah di masjid adalah suatu kesalahan, sedang dendanya kesalahan tadi ialah menimbun ludah tersebut.” (Muttafaq alaih) Maksudnya menimbun ludah ialah apabila lantai masjid itu berupa tanah, pasir dan yang semacam itu, maka wajiblah

Makruhnya Menggantungkan Lonceng Bel Pada Binatang Dalam Bepergian

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah  s.a.w. bersabda: “Malaikat tidak akan mengawani sekelompok orang-orang yang bepergian yang di kalangan mereka itu ada anjing atau loncengnya belnya.” (Riwayat Muslim) Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Lonceng yakni bel

Haramnya Memelihara Anjing Kecuali Untuk Berburu, Menjaga Ternak Dan Ladang

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang menyimpan yakni memelihara anjing, kecuali anjing untuk berburu atau menjaga ternak atau ladang tanaman, maka berkuranglah pahala orang itu dalam setiap harinya sebanyak dua qirath.” (Muttafaq ‘alaih)

Makruhnya Seseorang Mengucapkan Dalam Doanya: “Ya Allah, Ampunilah Saya Kalau Engkau Berkehendak”, Tetapi Haruslah la Memantapkan Permohonannya Itu

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Janganlah seseorang di antara engkau semua mengucapkan ketika berdoa: “Ya Allah, ampunilah saya, jikalau Engkau menghendaki. Ya Allah, belas kasihanilah saya jikalau Engkau menghendaki.” Tetapi hendaklah ia  memantapkan  permohonannya seolah-olah memastikan akan