Abdullah Bin Amr Bin Ash Tekun Beribadat Dan Bertaubat

Seorang abid yang shaleh, rajin beribadat dan gemar sertaubat yang kita paparkan riwayatnya sekarang ini ialah Abdullah bin Amr bin Ash. Seandainya bapaknya menjadi guru dalam kercerdasan, kelihaian dan banyak tipu muslihat, sebaliknya Abdullah, menjadi teladan yang inernpunval kedudukan tinggi

Abu Sufyan Bin Harits Habia Gelap Terbitlah Terang

Ia adalah Abu Sufyan bin Harits, dan bukan Abu Sufyan bin Harb ayah Mu‘awiyah. Kiaahnya merupakan kiaah kebenaran setelah kesesatan, sayang setelah  benci  dan  bahagia  setelah celaka Yaitu kiaah tentang rahmat Allah yang pintu-pintunya terbuka lebar, demi seorang hamba menjatuhkan

Abdurrahman Bin Abi Bakar Pahlawan Sampai Saat Terakhir

Ia merupakan lukisan nyata tentang kepribadian Arab dengan segala kedalaman dan kejauhannya. Sementara bapaknya adalah orang yang pertama   beriman,   dan   Shiddiq yang memiliki corak keimanan yang tiada taranya terhadap Allah dan Rasul-Nya, serta orang kedua ketika mereka berada dalam gua.

Usamah Bin Zaid Kesayangan, Putera Dari Kesayangan

Amirul Mu‘minin Umar bin Khatthab r.a. sedang duduk membagi-bagikan uang perbendaharaan negara kepada Kaum Muslimin. Ketika datang giliran Abdullah bin Umar, khalifah pun memberikan bagiannya. Dan tatkala tiba giliran Usamah bin Zaid, Umar memberinya bagian dua kali lipat dari bagian

Sa’ad bin Ubadah Pembawa Bendera Anshar

Setiap menyebut nama Sa‘ad bin Mu‘adz, pastilah diaebut pula bersamanya Sa‘ad bin Ubadah. Kedua mereka adalah pemuka-pemuka penduduk  Madinah. Sa‘ad bin Mu‘adz pemuka suku Aus, sedang Sa‘ad bin Ubadah pemuka suku Khazraj. Keduanya lebih dini masuk  Islam, menyaksikan bai‘at Aqabah

Ubai Bin Ka’Ab Selamat Bagimu, Hai Abul Munzir, Atas Ilmu Yang Kamu Capai

Pada suatu hari Rasulullah saw. menanyainya:―Hai Abul Munzir! Ayat manakah dari Kitabullah yang teragung?‖ Orang itu menjawab:―Allah dan Rasul- Nya lebih tahu! Nabi saw. mengulangi pertanyaannya: ―Abul Munzir! Ayat manakah dari Kitabullah yang teragung? Maka jawabnya: ―Allah tiada Tuhan melainkan

Sa’ad bin Mu’adz , Kebahagiaan Bagimu, Wahai Abu Amr.

Pada usia 31 tahun ia masuk Islam Dan dalam usia 37 tahun ia pergi menemui syahidnya  Dan antara hari keislamannya sampai saat wafatnya, telah diisi oleh Sa‘ad bin Muadz dengan karya- karya gemilang dalam berbakti kepada Allah dan Rasul-Nya .

Habib Bin Zaid Lambang Kecintaan dan Pengurbanan

Pada bai‘at Aqabah ke-II yang telah Sering kita sebut-sebut, di mana 70 orang laki-laki dan dua orang wanita mengangkat bai‘at kepada Rasulullah saw. maka Habib bin Zaid dan bapaknya Zaid bin Ashim termasuk 70 orang yang turut mengambil bagian .

Amr Ibnul Jamuh Dengan Cacad Pincangku Ini, Aku Bertekad Merebut Surga

Ia adalah ipar dari Abdullah bin Amr bin Haram, karena menjadi suami dari saudara perempuan Hindun binti Amara Ibnul Jamuh merupakan salah seorang tokoh penduduk Madinah dan salah seorang pemimpin Bani Salamah. Ia didahului masuk Islam oleh putranya Mu‘adz bin

Abdurrahman Bin Auf Apa Sebabnya Anda Menangis, Hai Abu Muhammad

Pada suatu hari, kota Madinah sedang aman dan tenteram, terlihat debu tebal yang mengepul ke udara, datang dari tempat ketinggian di pinggir kota; debu itu semakin tinggi bergumpal-gumpal hingga hampir menutup ufuk pandangan mata. Angin yang bertiup menyebabkan gumpalan debu