Larangan Bersumpah Dengan Menggunakan Makhluk

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu melarang engkau semua kalau bersumpah dengan menggunakan nenek moyangmu semua. Maka barangsiapa yang bersumpah, hendaklah ia bersumpah dengan Allah saja atau lebih baik diamlah.” (Muttafaq ‘alaih) Dalam sebuah riwayat dalam shahih Muslim disebutkan: Nabi s.a.w. bersabda: “Maka barangsiapa yang bersumpah, maka janganlah bersumpah melainkan dengan Allah atau …

Larangan Bagi Seseorang saat Idul Adha

Dari Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang memiliki binatang kurban yang hendak disembelihnya, maka apabila telah tampak sabitnya bulan Dzulhijjah, janganlah sekali-kali ia mengambil yakni memotong atau mencukur dari rambutnya dan jangan pula dari kuku-kukunya sedikitpun, sehingga ia selesai menyembelih kurbannya itu.” (Riwayat Muslim)

Ucapan “Kita Dihujani Dengan Berkah Bintang “

Dari Zaid bin Khalid r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersembahyang shalat Subuh bersama kita sekalian di Hudaibiyah yaitu di tanah bekas terkena siraman air hujan dari langit yang terjadi pada malam harinya itu. Setelah beliau s.a.w. selesai shalat, lalu menghadap kepada orang banyak, kemudian bersabda: “Adakah engkau semua mengetahui apa yang difirmankan oleh Tuhanmu semua?” Para sahabat menjawab: “Allah dan RasulNya …

Duduk Ihtiba’ Di Waktu Imam Sedang Berkhutbah

Dari Mu’az bin Anas al-Juhani r.a. bahwasanya Rasulullah melarang dari duduk ihtiba’ pada hari Jum’at, sedang Imam waktu itu berkhutbah.” Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan. Keterangan: Ihtiba’ ialah duduk berjongkok sambil membelitkan sesuatu dari pinggang ke lutut atau tangannya merangkul lutut

Haramnya Seseorang Mengatakan Kepada Sesama Orang Muslim: “Hai Orang Kafir”

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘ anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Apabila ada seseorang berkata kepada saudaranya  sesama Muslimnya: “Hai orang kafir,” maka salah seorang dari keduanya yakni yang berkata atau dikatakan kembali dengan membawa kekafiran itu. Jikalau yang dikatakan itu benar-benar sebagaimana yang orang itu mengucapkan, maka dalam orang itulah adanya kekafiran, tetapi jikalau tidak, maka kekafiran itu kembali kepada …

Larangan Berbuat Kekejian

Dari Ibnu Mas’ud r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bukannya seorang mu’min yang suka mencemarkan nama orang, atau yang suka melaknat dan bukan pula yang berbuat kekejian serta yang kotor mulutnya.” Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan. Dari Anas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: Tidaklah kekejian atau melanggar batas menurut ketentuan syara’ atau adat  itu …

Makruhnya Memaksakan Keindahan Dalam Bercakap-cakap

Dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Rusak binasalah orang-orang yang suka melebih-Iebihkan  dari kadar kemampuan dirinya sendiri.” Beliau s.a.w. menyabdakan ini tiga kali. (Riwayat Muslim) Almutanaththi’una yaitu orang-orang yang melebih-Iebihkan dalam segala perkara. Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullahs.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah itu membenci kepada seseorang yang berlebih-lebihan dalam cara mengeluarkan kata-kata  ketika berbicara …

Makruhnya berkata:” Cemar Jiwaku”

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha dari Nabi s.a.w. bersabda: “Janganlah sekali-kali seseorang di antara engkau semua itu mengucapkan: “Cemar jiwaku,” tetapi hendaklah mengatakan: “Buruk jiwaku.” (Muttafaq ‘alaih) Para alim-ulama berkata: “Makna khabutsat ialah cemar dan ini juga maknanya kata laqisat, tetapi tidak disukailah kata-kata khubtsu itu.” Maksudnya dalam menggunakan kata kata itu sedapat mungkin dipilihkan yang sopan didengar oleh orang lain.