Daging Binatang Liar

Hukum daging binatang liar adalah sama seperti yang telah saya terangkan pada daging binatangjinak, jika ia ada di suatu negeri dan tidak diperselisihkan dalam keadaan bagaimanapun juga, maka diperbolehkan melakukan penjualan secara salafpadanya. Jika diperselisihkan pada suatu keadaan dan diperbolehkan

Syarat Ganti Rugi Gadai

Imam Syafl’i berkata: Apabila seseorang menggadaikan budak dengan tebusan 100 Dirham, lalu ia menempatkan harga gadai pada seorang yang adil dengan syarat “Bila terjadi sesuatu pada harta gadai yang menyebabkan harganya berkurang dari 100 Dirham, atau harta gadai tidak didapatkan

Salaf pada Daging

Imam Syafi’i berkata: Setiap daging yang diperoleh di suatu negeri dan tidak diperselisihkan tentang waktu penunaiannya, maka salaf yang dilakukan padanya itu diperbolehkan. Jika ada yang diperselisihkan pada saat penunaiannya, maka hal tersebut tidak diperbolehkan. Jika tidak diperselisihkan waktunya pada

Surat Gadai

Imam Syafi’i berkata: Apabila seseorang menyerahkan harta tertentu kepada orang lain seraya berkata kepadanya “Gadaikanlah ia kepada si fulan”, lalu orang itu menggadaikannya kepada orang yang dimaksud, kemudian orang yang menyerahkan harta tersebut mengatakan “Sesungguhnya aku memerintahkannya untuk menggadaikannya kepadamu

Izin untuk Menunaikan Tanggungan dari Penggadai

Imam Syafi’i berkata: Apabila seseorang membayar utang yang telah jatuh tempo atau yang belum dengan izin pengutang, maka orang yang diberi izin dapat menuntut ganti rugi kepada penggadai saat itu juga. Akan tetap jika ia membayar utang tersebut tanpa izin

Wol dan Bulu Biasa

Imam Syafi’i berkata: Tidak diperbolehkan melakukan salam pada wol (bulu domba) dengan yang sejenisnya danjuga dengan bulu biasa, jika yang demikian itu ada pada satu hari atau lebih. Hal itu dikarenakan terkadang ada penyakit yang datang pada bulu-bulu tersebut yang

Izin Seseorang kepada Orang Lain untuk Menggadaikan Hartanya

Imam Syafi’i berkata: Apabila seseorang mengizinkan orang lain untuk menggadaikan budak miliknya, maka jika pemberi izin tidak menyebutkan berapa tebusannya: atau ia menyebutkan sesuatu, lalu orang yang diberi izin menggadaikan dengan yang lain meskipun lebih sedikit dari harga sesuatu yang

Salaf pada Liba (Butir-butiran)

Imam Syafi’i berkata: Sesungguhnya diperbolehkan melakukan salaf pada liba dengan timbangan yang diketahui, dan tidak diperbolehkan dengan cara selain itu, karena amat tertindihnya dan tetap di tempatnya (dalam takaran). Pendapat (hukum) tentangnya adalah seperti pendapat tentang susu dan keju, yaitu

Satu Orang Menggadaikan Dua Harta

Imam Syafl’i berkata: Apabila seseorang menggadaikan dua budak, budak dan rumah, atau budak dan perabot dengan tebusan 100 Dirham, setelah itu penggadai membayar 50 Dirham kepada penerima gadai, lalu penggadai ingin mengeluarkan dari gadai sesuatu yang harganya lebih kurang dari

Menggadaikan Budak yang Dimiliki Bersama oleh Dua Orang

Imam Syafi’i berkata: Apabila seorang budak dimiliki bersama oleh dua orang, lalu keduanya mengizinkan seseorang menggadaikan budak itu kepada dua orang dengan tebusan 100 Dirham, maka orang yang diizinkan  itu dapat menggadaikan budak yang dimaksud dan kedua penerima gadai  boleh