Perwalian dan Sumpah

Imam Syafi’i berkata: Allah memerintahkan untuk menasabkan orang yang mempunyai nasab. Jika ia mempunyai bapak, maka ia dinasabkan pada bapaknya. Untuk yang tidak mempunyai bapak, ia dapat dinasabkan pada tuannya. Jika ia mempunyai bapak dan tuan, ia dapat dinasabkan kepada

Al Musaqah

Imam Syafi’i berkata: Arti perkataan pemilik kebun “Jika kalian mau, itu menjadi milik kalian; dan jika mau juga, ia menjadi milikku”, yaitu seseorang mengira-ngira sebuah pohon kurma seperti ia mengira 110 wasaq,3 lalu ia mengatakan “Jika telah menjadi tamar, ia

Apa yang Boleh Dilakukan oleh Orang yang Menerima Wasiat terhadap Harta Anak Yatim

Imam Syafi’i berkata: Orang yang menerima wasiat dapat mengeluarkan harta anak yatim untuk setiap kebutuhan yang lazim atas anak itu; dari harta zakatnya,jinayatnya. (kejahatan yang telah ia lakukan) dan atas sesuatu yang harus dilakukannya berupa pakaian dan nafkah yang berkecukupan.

Masalah Barang Perniagaan

Imam Syafi’i berkata: Jika seseorang mengadakan suatu pemiagaan dengan orang lain dan orang itu berbuat sesuatu di luar batas dan membeli sesuatu dengan barang pemiagaan itu. Jika barang pemiagaan tersebut rusak, maka ia yang bertanggung jawab. Jika ia meletakkan sesuatu

Aushiya (Orang-orang yang Menerima Wasiat)

Imam Syafi’i berkata: Tidak boleh berwasiat kecuali untuk orang yang baligh, muslim dan adil, juga untuk perempuan yang seperti itu. Tidak boleh seorang budak berwasiat untuk budak orang Iain, budak orang yang berwasiat dan budak orang yang diwasiatkan. Tidak juga

Sedekah dari Orang yang Hidup untuk Orang yang sudah Meninggal Dunia

Imam Syafi’i berkata: Orang yang sudah meninggal dunia mendapatkan tambahan dari perbuatan (amal) orang Iain berupa tiga pericara: haji yang dikerjakan untuknya, harta yang disedekahkan untuknya dan doa. Selain itu, dari shalat atau puasa. Semua itu bagi orang yang mengerjakannya,

Salaf pada Qiradh

Imam Syafi’i berkata: Jika seseorang menyerahkan harta sebagai qiradh kepada orang lain dan menjadikan harta itu sebagai barang pemiagaan, dan jika dalam akad qiradh itu (disebutkan) bahwa barang itu untuk dirinya (untuk pemilik harta), maka qiradh tersebut batal apabila ia

Wasiat Orang Hamil

Imam Syafi’i berkata: Orang hamil dibolehkan berwasiat, selama tidak ada masalah pada kehamilannya, seperti penyakit-penyakit yang menjadikannya merana. Atau wanita hamil itu berada ditengah-tengah bidan, Ialu ia merasakan sakit ketika melahirkan. Apabila saya memperbolehkan wanita hamil berwasiat sekali dan ia

Syarat dalam qiradh

Imam Syafi’i berkata: Tidak boleh mengatakan, “Saya melakukan qiradh untuk Anda dengan taksiran yang tidak saya ketahui dan tidak juga Anda ketahui”. Tidak boleh juga mengatakan, “Saya melakukan qiradh untuk Anda pada suatu waktu tertentu”.

Mengubah Wasiat Pemerdekakan

Imam Syafi’i berkata: Orang yang berwasiat boleh mengubah wasiatnya sesuai dengan apa yang ia kehendaki, dari budak yang diurusnya atau yang tidak. Karena wasiat itu adalah pemberian yang diberikan sesudah meninggal dunia, maka boleh baginya menarik kembali wasiat itu selama