Halangan perang

Imam Syafi’i berkata: Apabila orang itu berbadan sehat, kuat dan dapat mencukupi dirinya serta orang yang ditinggalkan di rumahnya (keluarga yang menjadi tanggungannya), maka dia masuk dalam golongan orang-orang yang diwajibkan untuk berjihad, jika ia tidak mempunyai utang dan tidak

Jalan yang Ditempuh Pemberontak

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Ja‘far bin Muhammad, dari ayahnya, dari kakeknya Ali bin Husain yang mengatakan; saya pernah masuk ke tempat Marwan bin Hakam, lalu ia berkata, “Tidaklah aku melihat seseorang yang lebih mulia dari kemenangan ayahmu! Tidak ada

Pembahasan tentang Memerangi Pemberontak dan Orang-orang yang Murtad

Imam Syafi’i berkata: Allah berfirman, “Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan lain, maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu

Orang yang berhalangan (meninggalkan jihad) karena alasan lemah, sakit dan lumpuh

Imam Syafi’i berkata: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengenai jihad, “Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang- orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas

Orang yang tidak wajib berjihad

Imam Syafi’i berkata: Tidak diwajibkan keluar untuk berjihad bagi budak atau wanita yang dewasa. Tidak juga atas orang merdeka yang belum dewasa, karena Allah berfirman, “Berangkatlah kamu baikdalam keadaan merasa ringan atau berat dan berjuanglah…. ” (Qs. At-Taubah (9): 41)

Asal kewajiban jihad

Imam Syafi’i berkata: Allah berfirman, “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. ”

Diwajibkan berhijrah

Imam Syafi’i berkata: Ketika Allah mewajibkan jihad kepada Rasul- Nya, maka beliau langsung berjihad melawan orang-orang musyrik, dan beliau juga bersikap keras kepada penduduk Makkah. Setelah melihat banyaknya orang yang masuk agama Allah, penduduk Makkah pun bersikap keras kepada siapa

Permulaan izin berperang

Imam Syafi’i berkata: Allah mengizinkan salah satu dari dua jihad kepada mereka, dengan melakukan hijrah sebelum diizinkan untuk berperang melawan kaum musyrik. Setelah itu, dizinkan bagi mereka untuk memulai berperang dengan orang-orang musyrik. Allah berfirman, “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orangyang

Tanah-tanah yang diduduki tanpa Menggunakan Pasukan Berkuda dan Kendaraan Unta

Imam Syafi’i berkata: Setiap diadakan perdamaian dengan orang-orang musyrik tanpa perang dengan menggunakan pasukan berkuda dan kendaraan unta, maka cara pembagiannya adalah dengan cara pembagian harta fai.’ Apabila kaum musyrikin yang mempunyai tanah dan rumah itu tidakmau berdamai, maka tanah

Pemberian Kepada Wanita dan Anak-anak

Imam Syafi’i berkata: Teman-teman kami berbeda pendapat mengenai pemberian kepada mereka yang belum dewasa (anak-anak) dan kepada wanita dari orang-orang yang berhak menerima fai Sebagian mereka ada yang mengatakan, “Mereka diberikan (jatah) sama dari harta fai”’ Saya kira alasan mereka