Category Archives: Artikel

Kucing dan Burung Shaqar (elang)

Imam Syafi’i berkata: Apa yang kita temukan dari harta musuh yang berharga, dari kucing atau burung elang, maka itu adalah harta ghanimah. Jika yang didapatinya adalah anjing, maka itu juga menjadi harta ghanimah. Apabila ada seseorang yang menginginkannya untuk berburu,

Burung Elang yang diajari, Binatang Buruan yang diikat dan yang Pandai Meniru

Imam Syafi’i berkata: Apabila seseorang membawa burung elang yang telah diajari, dan ini tentu ada pemiliknya, maka hendaknya dikembalikan ke tempat harta ghanimah. Begitu juga jika mengambil binatang buruan yang sudah pandai meniru, yang diikat atau yang diberi nama, maka

Menghalalkan yang dimiliki Musuh

Imam Syafi’i berkata: Apabila kaum muslimin masuk ke negeri musuh dan menemukan sesuatu selain makanan, maka hukum asal barang yang ditemukannya itu ada dua: Pertama, dilarang dan mengambilnya adalah suatu bentuk pengkhianatan. Kedua, diperbolehkan mengambilnya, asalkan mengenai sesuatu yang diperbolehkan.

Botol Khamer dan Tempat Menyimpannya

Imam Syafi’i berkata: Apabila kaum muslimin menang atas darul harb, hingga ia menjadi negeri Islam atau negeri dzimmi yang (di dalamnya) diberlakukan hukum Islam, lalu kaum muslimin mendapatkan khamer dalam tempat penyimpanannya atau dalam botol, maka hendaknya mereka menumpahkan khamer

Menggosok Hewan Kendaraan dengan Minyak Musuh

Imam Syafi’i berkata: Seseorang tidak boleh menggosok hewan kendaraannya atau meminyaki bulu-bulunya dengan minyak musuh, karena ia tidak diizinkan untuk memakannya. Jika ia melakukannya juga, maka ia harus mengembalikan nilai harganya.

Buku-buku Orang Ajam

Imam Syafi’i berkata: Apa yang didapatkan dari buku-buku mereka, maka itu semuanya menjadi harta ghanimah. Imam sepatutnya memanggil seseorang yang dapat menerjemahkannya. Jika buku itu tentang ilmu kedokteran atau ilmu yang lainnya, yang tidak dimakruhkan, maka juallah sebagaimana menjual sesuatu

Menyembelih Hewan untuk diambil Kulitnya

Imam Syafi’i berkata: Saya lebih menyukai apabila mereka tidak lebih atau kurang dan tidak ada yang ditakuti, atau tidak dalam keadaan terpaksa untuk tidak menyembelih kambing, unta dan sapi selain untuk dimakan. Tidak boleh menyembelihnya untuk diambil kulitnya dan dijadikan

Orang yang Mempunyai Makanan di Negeri Perang

Imam Syafi’i berkata: Apabila di tangan seseorang ada kelebihan makanan di negeri musuh sesudah perang selesai, lalu masuklah seseorang yang tidak bersekutu dalam ghanimah dengan kaum muslimin dan ia memperjual-belikan, maka tidak boleh baginya untuk menjualnya, karena ia memberikan kepada

Berjualan Makanan di Negeri Perang

Imam Syafi’i berkata: Jika dua orang beijual-beli makanan di negeri musuh, maka menurut qiyas (analogi) hal itu tidaklah mengapa, karena ia melakukan sesuatu yang diperbolehkan dengan yang diperbolehkan.

Alasan Mengenai makan dan Minum di Darul Harb

Imam Syafi’i berkata: Apabila seseorang bertanya, “Bagaimana Anda membolehkan bagi sebagian kaum muslimin untuk makan, minum dan memberi makan hewan dari apa yang diperolehnya di darul harb, tetapi tidak memperbolehkan untuk memakannya sesudah ia keluar dari darul harb?” Maka dapat