Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. melarang meletakkan khashr dalam shalat yaitu meletakkan tangan di atas rusuk sebelah atas dari pangkal paha. (Muttafaq ‘alaih)
Makruhnya Meletakkan Tangan di Atas Khashirah
Sinergi Untuk Kebahagiaan Dunia-Akhirat
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. melarang meletakkan khashr dalam shalat yaitu meletakkan tangan di atas rusuk sebelah atas dari pangkal paha. (Muttafaq ‘alaih)
Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Janganlah engkau semua membiarkan api itu dalam rumah-rumahmu dalam keadaan menyala, ketika engkau semua masuk tidur ” (Muttafaq ‘alaih) Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a., katanya: “Ada rumah terbakar di Madinah mengenai keluarga rumah itu di waktu malam.” Setelah Rasulullah s.a.w. diberitahu akan hal ihwal mereka yang rumahnya terbakar tadi, lalu beliau …
Dari Anas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bagaimanakah keadaan kaum yakni orang-orang itu. Mereka sama mengangkat mata mereka ke langit yakni ke atas dalam shalat mereka.” Selanjutnya mengeraslah sabdanya dalam mengingatkan hal itu sehingga bersabda: “Niscayalah mereka wajib menghentikan kelakuan mereka semacam itu atau kalau tidak suka, maka akan disambarkan semua penglihatan mereka yakni menjadi buta semuanya.” (Riwayat Bukhari)
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Saya bertanya kepada Rasulullah s.a.w. perihal menoleh di waktu shalat, lalu beliau s.a.w. bersabda: “Menoleh itu adalah sambaran karena lengah yang dilakukan oleh syaitan dengan cara penyambaran yang cepat sekali dalam shalatnya seseorang hamba.” (Riwayat Bukhari) Dari Anas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda kepada saya: “Takutlah engkau akan menoleh di waktu shalat, sebab se-sungguhnya menoleh …
Dari Abu Martsad yaitu Kannaz bin al-Hushain r.a., katanya: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Janganlah engkau semua bersembahyang menghadap ke arah kubur dan jangan pula duduk di atas kubur itu.” (Riwayat Muslim)
Dari Abul Juhaim yaitu Abdullah bin al-Harits bin as-Shimmah al-Anshari r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Andaikata seseorang yang berjalan melalui muka orang yang bersembahyang itu mengetahui perihal betapa besarnya dosa yang ditanggung olehnya, nicayalah ia akan suka berdiri menantikannya selama empatpuluh, yang itu adalah lebih baik baginya daripada berjalan melalui muka orang yang bersembahyang tadi.” Yang meriwayatkan Hadis ini berkata: …
Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Jikalau shalat sudah dibacakan iqamahnya, maka tidak ada shalat yang perlu dikerjakan selain shalat yang diwajibkan.” (Riwayat Muslim)
Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Janganlah engkau semua mengkhususkan malam jum’at untuk berdiri mengerjakan shalat malam di antara beberapa malam yang lain dan janganlah pula mengkhususkan hari Jum’at untuk berpuasa dari beberapa hari yang lain, kecuali kalau kebetulan tepat pada hari puasa yang dilakukan oleh seseorang di antara engkau semua,” misalnya bernazar kalau kekasihnya datang ia akan …
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Janganlah seseorang di antara engkau semua itu berjalan dengan mengenakan sebuah terumpah saja. Hendaklah kedua-duanya itu dikenakan semua atau hendaklah dilepaskan sajalah semuanya.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Atau hendaklah ditanggalkan saja keduanya itu misalnya di waktu yang satu putus dan Iain-Iain.” (Muttafaq ‘alaih) Dari Abu Hurairah r.a. pula, katanya: “Saya mendengar Rasulullah …
Dari Abu Hurairah dan Aisyah radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Nabi s.a.w. melarang puasa wishal yaitu mempersambungkan puasa dua hari atau lebih tanpa berbuka sedikitpun. (Muttafaq ‘alaih) Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. melarang berpuasa wishal lihat keterangan wishal dalam Hadis 1761. Para sahabat lalu bertanya: “Tetapi sesungguhnya Tuan sendiri juga berpuasa wishal?” Beliau s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya saya ini tidak sama …