Dalam Pertempuran (Peperangan) Tidak Ada Sahabat yang Dikafirkan

Pertanyaan: Dalam pertempuran sahabat, apakah ada yang dikafirkan? Jawab: Di dalam peperangan (Shiffin  atau  Al-Jamal)  Ali  bin  Abi Thalib  r.a.  tidak  menganggap  orang-orang yang melawannya telah keluar dari Islam dan kafir,  tetapi  hanya  dikatakan mereka  itu  Bughah  (berbuat  kebatilan). Sebagaimana sabda Nabi saw. kepada seorang sahabat yang bernama  Ammar,  sabda beliau,   “Kamu   akan   dibunuh  oleh  golongan  Al-Bughah, orang-orang  yang  zalim,  …

Syubhat

Setelah tingkatan perkara-perkara kecil yang diharamkan,  maka di bawahnya adalah syubhat. Yaitu perkara yang tidak diketahui hukumnya oleh orang banyak, yang masih  samar-samar  kehalalan maupun  keharamannya.  Perkara  ini sama sekali berbeda dengan perkara yang sudah sangat jelas pengharamannya. Oleh  sebab  itu,  orang   yang   memiliki   kemampuan   untuk berijtihad,  kemudian  dia  melakukannya,  sehingga memperoleh kesimpulan hukum yang membolehkan atau  mengharamkannya,  maka dia  …

Prioritas Amal Yang Kontinyu Atas Amal Yang Terputus-Putus

Al-Qur’an menjelaskan, sebagaimana yang dijelaskan oleh sunnah Nabi  saw,  bahwa sesungguhnya perbuatan manusia di sisi Allah itu memiliki berbagai tingkatan.  Ada  perbuatan  yang  paling mulia  dan  paling  dicintai oleh Allah SWT daripada perbuatan yang lainnya. Allah SWT berfirman: “Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus masjid al-Haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah …

Siapakah Yang Layak Disebut Kafir?

Pertanyaan: Siapakah sebenarnya yang layak dihukumi (disebut) kafir? Jawab: Yang layak disebut kafir ialah orang yang  dengan terang-terangan tanpa malu menentang dan memusuhi agama Islam, menganggap dirinya kafir dan bangga akan perbuatannya yang terkutuk. Bukan orang-orang Islam yang tetap mengakui agamanya secara lahir, walaupun dalamnya buruk dan  imannyaa lemah, tidak konsisten antara perbuatan dan ucapannya. Orang itu dalam Islam dinamakan …

Tiada Manusia Yang Sempurna Imannya

Pertanyaan: Apakah ada manusia yang sempurna? Jawab: Tiada manusia yang sempurna, karena setiap orang mempunyai kelemahan. Seseorang yang beriman, tentu mempunyai kesalahan dan memiliki sifat buruk yang sukar dihilangkan. Tiada orang Mukmin yang murni atau sempurna. Pandangan orang jarang ditujukan pada hal-hal yang berada di pertengahan antara dua hal yang berdekatan. Bagi seseorang sesuatu  itu  warnanya  putih saja, sebagian yang …

Bid’ah Dalam Aqidah

Sebagai tambahan penjelasan bagi  kemaksiatan,  dalam  syariah agama  ini kita mengenal apa yang disebut dengan bid’ah. Yaitu sesuatu yang diada-adakan oleh  manusia  dalam  urusan  agama. Baik bid’ah yang berkaitan dengan aqidah yang dinamakan dengan bid’ah ucapan, maupun bid’ah yang berkaitan dengan amalan. Bid’ah-bid’ah ini merupakan  salah  satu  jenis  perkara  yang diharamkan  tetapi  berbeda  dengan  kemaksiatan  yang  biasa. Sesungguhnya pelaku bid’ah …

Kemaksiatan Besar Yang Dilakukan Oleh Hati Manusia

Dosa-dosa besar itu tidak hanya terbatas kepada  amalan-amalan lahiriah,  sebagaimana  anggapan  orang  banyak,  akan  tetapi kemaksiatan yang lebih besar dosanya dan lebih berbahaya ialah yang dilakukan oleh hati manusia. Amalan yang dilakukan oleh hati manusia adalah lebih besar dan lebih  utama  daripada  amalan  yang  dilakukan  oleh  anggota tubuhnya.  Begitu  pula halnya kemaksiatan yang dilakukan oleh hati  manusia  juga  lebih  besar  …

Memperbaiki Diri Sebelum Memperbaiki Sistem

DI ANTARA prioritas yang dianggap sangat penting  dalam  usaha perbaikan   (ishlah)   ialah   memberikan  perhatian  terhadap pembinaan  individu   sebelum   membangun   masyarakat;   atau memperbaiki  diri  sebelum  memperbaiki  sistem dan institusi. Yang paling tepat ialah  apabila  kita  mempergunakan  istilah yang  dipakai  oleh  al-Qur’an yang berkaitan dengan perbaikan diri ini; yaitu: “…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keaduan yang ada …

Hal-Hal Yang Membatalkan Keislaman Seseorang

Pertanyaan: Apa yang menyebabkan Islam seseorang menjadi batal? Jawab: Setiap  manusia,  apabila  telah  mengucapkan  dua   kalimat Syahadat,  maka  dia  menjadi orang Islam. Baginya wajib dan berlaku hukum-hukum Islam, yaitu beriman akan  keadilan  dan kesucian Islam. Wajib baginya menyerah dan mengamalkan hukum Islam  yang  jelas,  yang  ditetapkan  oleh  Al-Qur’an   dan As-Sunnah. Tidak   ada   pilihan  baginya  menerima  atau  meninggalkan sebagian.  Dia  harus  …

Orang Yang Mengucapkan Syahadat, Pasti Masuk Surga

Pertanyaan: Bagaimana  hukumnya  orang  yang  semasa   hidupnya   selalu mengerjakan maksiat, akan tetapi pada akhir hayatnya (ketika sakaratul maut) dia mengucapkan dua kalimat Syahadat? Jawab: Barangsiapa yang meninggal dalam  keadaan  bertauhid,  yaitu sebelum  menghembuskan  nafasnya  yang terakhir dia berikrar dan mengucapkan dua kalimat Syahadat, maka dia berhak berada di sisi Allah dan masuk surgaNya. Orang  tersebut sudah dapat dipastikan oleh Allah …