Dalam bab ini disinggung masalah mendahulukan orang Quraisy, serta keutamaan orang Anshar dan isyarat kepada kekuasaan tertinggi (Imamatul Udzma).
Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dan Rasul SAW, ia bersabda.
“Dahulukanlah orang Quraisy dan jangan kamu mendahuluinya, belajarlah darinya dan jangan kamu saling mengajarinya atau mengajarinya.”
Ibnu Fudhaik (perawi hadits ini) ragu apakah sabda Rasul SAW tersebut berbunyi: “Ta’aalimuuha” (saling mengajarinya), ataukah “tu’allimuuha” (mengajarinya).
Imam Syafi’i berkata:
Rasul SAW menyeru, “Wahai manusia, sesungguhnya orang Quraisy adalah yang berhak menjadi pemimpin. Barangsiapa mendurhakainya dengan menggali lubang (membuat maker, —penerj.), maka Allah akan menelungkupkannya dengan kedua lubang hidungnya (yakni membinasakannya —penerj.).” Rasul mengucapkannya sebanyak tiga kali.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasul SAW bersabda.
“Kamu dapati manusia seperti barang tambang, sebaik-baik mereka pada masa jahiliyah adalah yang paling baik pada masa Islam apabila mereka memahami (Islam).”
Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan pula dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, ia berkata, “Thufail bin Amru Ad-Dausi datang kepada Rasul SAW seraya berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya kabilah Daus telah durhaka dan enggan menerima kebenaran, maka berdoalah kepada Allah agar mereka ditimpa musibah’.”
Rasul SAW menghadap ke kiblat sambil mengangkat kedua tangannya, maka orang-orang berkata, ‘Telah binasa kabilah Daus.” Maka Nabi SAW berdoa, “Ya Allah, tunjukilah kabilah Daus dan datangkanlah kepada mereka. ” (HR. Muslim, pembahasan tentang keutamaan para sahabat, bab “Keutamaan Ghaffar, Aslam, Juhainah, Asyja, ’Mazinah, Tamiimah, Daus, dan Wathi
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasul SAW bersabda.
“Kalau bukan karena hijrah, niscaya aku akan menjadi orang Anshar. Sekiranya manusia melalui sebuah lembah atau jalan, niscaya aku akan melewati lembah Anshar dan jalan mereka.” (HR. Bukhari, pembahasan tentang Manaqib Anshar Ladzina Yatu’u Daaral Iman, bab “Qaulu Nabiy Lau Laa Hijrata Lakuntu Minal Ansar”.)
Rasul SAW berdoa, “Ya Allah, ampunilah orang Anshar, dan anak orang Anshar, serta cucu orang Anshar (keturunan mereka).” (HR. Muslim, pembahasan tentang keutamaan kaum Anshar, bab “Keutamaan Kaum Anshar RA”)

