Salaf pada Cat dan Kapur

Imam Syafi’i berkata: Diperbolehkan salaf pada cat, kapur, dan bahan-bahan bangunan lainnya. Jika ia berbeda dengan perbedaan yang sangat mencolok, maka tidak diperbolehkan untuk melakukan salaf padanya hingga disebutkan kapur tanah ini atau cat tanah itu. Selain itu, disyaratkan pula putih, hitam atau warna apapun yang ada jika ia berlebihan dalam hal warna. Kemudian disyaratkan pula dengan takaran, timbangan, dan waktu tangguhan yang diketahui. Tidak diperbolehkan salaf padanya dengan pikulan dan takaran, karena yang demikian itu berlainan.

Imam Syafi’i berkata: Diperbolehkan dibeli dengan pikulan, takaran, dan taksiran pada sesuatu yang diukur bukan dengan pikulan dan takaran, jika barang yang dibeli itu nampak dan penjual serta pembelinya hadir. Demikian pula dengan tanah lumpur, diperbolehkan salaf padanya dengan takaran yang diketahui, namun tidak diperbolehkan padanya dengan pikulan, takaran dan taksiran. Tidak diperbolehkan dijual kecuali dengan takaran dan sifat keadaan yang bagus atau yang buruk, dan tempat tanah lumpur ini. Jika berbeda warna tanah lumpur pada tempat itu, sementara sebagian lainnya mempunyai kelebihan atas yang lain, maka keadaan tanah lumpur itu harus diterangkan, apakah hijau, berkilat, atau hitam.

Imam Syafi’i berkata: Jika cat dan kapur itu beterbangan, maka pembeli tidak boleh menerimanya. Hal itu disebabkan karena beterbangan itu merupakan suatu kekurangan pada cat dan kapur. Sedangkan hujan tidaklah merusak tanah lumpur, jika ia kembali kering.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *