Muslimin Menyerbu Musuh dan Memperoleh Tawanan yang Terdapat Keluarganya

Imam Syafi’i berkata: Apabila kaum muslimin menyerbu musuh dan mereka mendapatkan anak seorang muslim yang menjadi budak musuh, atau terdapat bapak seorang muslim yang masih menjadi harbi (yang boleh diperangi) sedangkan anaknya ikut dalam peperangan, dan ia mendapatkan bagian pada bapaknya atau anaknya dari orang-orang yang menjadi musuh, maka bapak dan anak itu tidak dimerdekakan sebelum budak-budak yang lain dibagikan.

Apabila salah seorang dan bapak, anak atau kedua-duanya menjadi bagian dari orang tersebut, maka bapak dan anak itu dianggap merdeka walaupun belum dimerdekakan.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *