Imam Syafi’i berkata: Dari Muthalib bin Hanthab, bahwa apabila langit berkilat atau terj adi guntur, maka hal itu dapat diketahui dari wajah Nabi SAW, dan apabila hujan turun, beliau bergembira.
Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Adalah Nabi SAW apabila melihat sesuatu di langit, yakni: awan, maka beliau tinggalkan pekerjaannya dan menghadap ke kiblat seraya berdoa:
‘ Ya Allah, aku berlindung dan kejahatan yang ada padanya’.
Namun apabila awan itu telah hilang, beliau memuji Allah Subhanahu wa Ta ’ala. Apabila hujan turun, beliau berdoa:
“Ya Allah, turunkanlah hujan yang penuh manfaat’’
Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata: Apabila angin berhembus, Nabi SAW duduk sambil berlutut dan berdoa:
“Ya Allah, jadikanlah angin itu sebagai rahmat, dan jangan Engkau menjadikan ia sebagai adzab. Ya Allah, jadikanlah ia sejuk bagi kami dan jangan Engkau jadikan ia sebagai angin topan”
Ibnu Abbas menukil firman Allah Subhanahu wa Ta ’ala di dalam Al Qur’an, “Sesungguhnya Kami telah menghabiskan kepada mereka angin yang sangat kencang. ’’ (Qs. A1 Qamar(54): 19)
“Ketika Kami kirim kepada mereka angin yang membinasakan. ’’ (Qs. Adz-Dzaariyaat(51): 41)
“dan kami tiupkan angin untuk menyuburkan.

