Makruhnya Seseorang Mengucapkan Dalam Doanya: “Ya Allah, Ampunilah Saya Kalau Engkau Berkehendak”, Tetapi Haruslah la Memantapkan Permohonannya Itu

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Janganlah seseorang di antara engkau semua mengucapkan ketika berdoa: “Ya Allah, ampunilah saya, jikalau Engkau menghendaki. Ya Allah, belas kasihanilah saya jikalau Engkau menghendaki.” Tetapi hendaklah ia  memantapkan  permohonannya seolah-olah memastikan akan berhasilnya, sebab sesungguhnyaAllah itu tidak ada yang memaksa padaNya untuk mengabulkan atau menolak sesuatu permohonan.” (Muttafaq ‘alaih) Dalam riwayat Imam …

Makruhnya Bercakap-cakap Sehabis Shalat Isyak yang Akhir

Yang dimaksudkan dengan bercakap-cakap sebagaimana di atas itu ialah  bercakap- cakap yang sifatnya mubah dalam selain waktu sehabis shalat Isya’ itu, yakni yang mengerjakan atau meninggalkannya sama saja artinya tidak berpahala dan juga tidak berdosa. Adapun percakapan yang diharamkan atau yang dimakruhkan dalam selain waktu itu, maka jikalau dalam waktu ini yakni sehabis shalat Isya’ menjadi lebih-lebih lagi haram dan …

Haramnya Seseorang Isteri Menolak Untuk Diajak Ke Tempat Tidur Suaminya

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jikalau seseorang lelaki mengajak isterinya ketempat tidurnya, lalu isterinya itu menolak, kemudian suami itu bermalam dalam keadaan marah, maka isterinya itu dilaknat oleh para malaikat sehingga waktu paginya.” (Muttafaq ‘alaih) Dalam riwayat lain disebutkan: “Sampai isterinya itu kembali suka mengikuti kemauan suaminya.”

Haramnya Seorang Isteri Mengerjakan Puasa Sunnah Di Waktu Suaminya Ada di Rumah, Melainkan Dengan Izin Suaminya Itu

Dari Abu Hurairah r.a. bahwsanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak halallah bagi seseorang isteri kalau ia berpuasa, sedangkan suaminya menyaksikan yakni ada di rumah melainkan dengan izin suaminya tersebut. Juga tidaklah dianggap sudah mendapat izin kalau ia dalam rumah suaminya itu, kecuali izin suaminya sendiri.” (Muttafaq ‘alaih)  

Larangan Mengangkat Mata Ke Langit yakni Ke Arah atas Dalam Shalat

Dari Anas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bagaimanakah keadaan kaum  yakni  orang-orang  itu. Mereka sama mengangkat  mata mereka ke  langit  yakni ke atas dalam shalat mereka.” Selanjutnya mengeraslah sabdanya dalam mengingatkan hal itu sehingga bersabda: “Niscayalah mereka wajib menghentikan kelakuan mereka semacam itu atau kalau tidak suka, maka akan disambarkan semua penglihatan mereka yakni menjadi buta semuanya.” (Riwayat Bukhari)

Makruhnya Menoleh Dalam Shalat Tanpa Adanya Uzur

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Saya bertanya kepada Rasulullah s.a.w. perihal menoleh di waktu shalat, lalu beliau s.a.w. bersabda: “Menoleh itu adalah sambaran karena lengah yang dilakukan oleh syaitan dengan cara penyambaran yang cepat sekali dalam shalatnya seseorang hamba.”  (Riwayat  Bukhari) Dari Anas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda kepada saya: “Takutlah engkau akan menoleh di waktu shalat, sebab se-sungguhnya menoleh …