Imam Syafi’i berkata: Apabila seseorang memulai shalat untuk dirinya sendiri dimana ia tidak berniat mengimami orang lain, lalu datang suatu rombongan atau seseorang yang kemudian bermakmum pada orang tadi, maka shalat orang itu memadai (dianggap sah) bagi mereka, dan dia menjadi imam bagi mereka, tidak ada perbedaan antara dia dan seseorang yang sejak awal telah berniat untuk menjadi imam. Apabila hal ini tidak dianggap sah (mencukupi), maka tentu tidak sah pula shalat seseorang yang berniat menjadi imam bagi satu orang atau beberapa orang, lalu datang rombongan lain dan shalat bermakmum pada orang itu. Bahkan, semua ini dianggap sah, insya Allah
Bermakmum Kepada Orang Lain yang Tidak Bermaksud Menjadi Imam Baginya

