Imam Syafi’i berkata: Apabila sekelompok orang tenggelam, ditimpa reruntuhan atau kebakaran sementara bersama mereka ada orang-orang musyrik, baik jumlahnya lebih banyak atau lebih sedikit dari kaum muslimin, maka mereka boleh dishalatkan dengan niat untuk kaum muslimin, bukan untuk kaum musyrikin.
Imam Syafi’i berkata:,Apabila satu niat digunakan untuk menshalatkan seratus orang Islam yang meninggal dan pada mereka terdapat satu orang musyrik itu diperbolehkan, maka diperbolehkan pula menshalatkan seratus orang musyrik dan satu orang Islam dengan satu niat. Pernyataan ini tidak diperbolehkan kecuali apabila kaum muslimin sudah berbaur menjadi satu dengan orang musyrik dan tidak dapat dikenali lagi, maka kesimpulannya adalah diharamkan shalat atas mereka.

