Bagaimana Bangkit Dari Ruku

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Rifa’ah bin Rafi’, “Bahwa Nabi SAW berkata kepada seorang laki-laki.

‘Apabila engkau ruku, maka letakkanlah kedua telapak tanganmu di atas kedua lututmu dan baguskanlah rukumu. Apabila engkau mengangkat kepala dari ruku, maka luruskanlah tulang punggungmu dan angkat kepalamu sehingga tulang-tulang kembali kapada sendi-sendinya ’. ’’

Imam Syafi’i berkata: Apabila seseorang sanggup untuk i’tidal dengan lurus ketika mengangkat kepalanya dari ruku, lalu ia tidak mengerjakan hal itu, maka shalatnya tidak memadai.

Imam Syafi’i berkata: Apabila ia mengangkat kepalanya lalu ragu, apakah dia telah i’tidal (berdiri lurus) atau belum, kemudian setelah itu ia bersujud, maka pada posisi seperti ini ia harus kembali berdiri hingga i ’tidal. Tidak boleh baginya bersujud sebelum i’tidal. Apabila ia tidak melakukannya, maka rakaat shalatnya tidak dianggap sah.

Apabila ia hendak i ’tidal namun ada sesuatu yang menghalanginya untuk melakukan i’tidal, lalu ia pun langsung sujud, maka telah dianggap cukup baginya rakaat tersebut, karena ia tidak sanggup melakukan i’tidal. Namun jika tidak ada halangan itu, maka ia harus mengulangi i’tidal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *