Takbir Ketika Ruku

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Ali bin A1 Husain, ia berkata.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertakbir setiap kali ruku dan bangkit dari ruku. Beliau senantiasa melakukan hal yang demikian sampai bertemu dengan Allah Subhaanahu wa Ta ’ala.

Imam Syafi’i berkata: Diriwayatkan dari Abi Salamah bahwa Abu Hurairah pernah menjadi imam bagi mereka, ia bertakbir setiap kali ruku dan bangkit dari ruku. Ketika selesai, maka beliau berkata, “Demi Allah! Sesungguhnya shalatku lebih menyerupai shalat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dibandingkan dengan shalat kalian.”

Imam Syafi’i berkata: Saya tidak menyukai orang yang tidak mengerjakan shalat; baik ia sendirian, menjadi imam maupun makmum, dan meninggalkan takbir untuk ruku, sujud, serta bacaan samiallahu liman hamidah rabbana lakal hamdu apabila bangkit dari ruku.

Apabila ia mengangkat atau meletakkan kepadanya tanpa takbir, maka ia tidak harus takbir sesudah mengangkat dan meletakkan kepalanya itu.

Apabila ia meninggalkan takbir pada tempatnya, maka ia tidak harus mengganti (qadha) pada tempat yang lain.

Imam Syafi’i berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat seorang laki-laki yang mengerjakan shalat dimana ia tidak membaguskannya, maka beliau memerintahkan agar ia mengulangi shalatnya. Lalu laki-laki itu pun shalat, kemudian beliau memerintahkannya kembali untuk mengulangi. Ia berkata kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku bagaimana seharusnya melakukan shalat!” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepadanya ruku, sujud, mengangkat keduatangan dan takbir iftitah kemudian bersabda, ‘‘Apabila engkau melakukan hal ini, maka sempurnalah shalatmu. ”

Beliau tidak mengajarkan kepadanya bacaan dzikir dalam ruku dan tidak pula sujud serta takbir kecuali takbir iftitah, dan juga tidak diajarkan ucapan “sami’allahu liman hamidah”. Lalu beliau bersabda kepadanya, ‘‘Apabila engkau mengerjakan hal ini, maka sempurnalah shalatmu; dan apa yang engkau kurangi darinya, maka engkau telah mengurangi shalatmu. ”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *