Pernyataan Al Qur’an yang Konteksnya Menjelaskan Maknanya

Allah SWT berfirman:

وَسْـَٔلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ الَّتِيْ كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِۘ اِذْ يَعْدُوْنَ فِى السَّبْتِ اِذْ تَأْتِيْهِمْ حِيْتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَّيَوْمَ لَا يَسْبِتُوْنَۙ لَا تَأْتِيْهِمْ ۛ كَذٰلِكَ ۛنَبْلُوْهُمْ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ

dan Tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari- hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka Berlaku fasik. (QS. Al A’raf [7]: 163)

Allah SWT memulai perintah untuk bertanya kepada mereka tentang sebuah negeri yang terletak di dekat laut. Firman Allah SWT, “ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu” menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah penduduk negeri, karena mereka tidak bisa melanggar dan tidak boleh berbuat fasik pada hari sabtu atau hari lainnya. Jadi yang melanggar aturan itu maksudnya adalah penduduk negeri yang Allah uji lantaran kefasikan mereka.

Allah SWT berfirman:

وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَّاَنْشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا اٰخَرِيْنَ
فَلَمَّآ اَحَسُّوْا بَأْسَنَآ اِذَا هُمْ مِّنْهَا يَرْكُضُوْنَ ۗ

dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim yang teIah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu  kaum yang lain (sebagai penggantinya). Maka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya. (QS. Al Anbiya [21]: 11-12)

ayat ini juga semakna dengan ayat sebelumnya. Di dalam ayat ini Allah menjelaskan pembinasaan negeri. Ketika Allah menyebutkan bahwa negeri itu zhalim, maka pendengarnya tahu bahwa yang berbuat zhalim adalah penduduknya, bukan tempat- tempatnya, karena ia tidak pernah berbuat zhalim. Ketika Allah menyebutkan kaum yang diadakan sesudah mereka, dan menyebutkan bahwa mereka merasakan adzab saat dibinasakan, maka kita tahu bahwa yang merasakan adzab adalah anak Adam yang tahu hakikat dari adzab.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *