Wonosalam, Jombang — Sebuah kolaborasi yang menyejukkan hati tersaji dari kaki pegunungan Wonosalam. Dua tokoh muda Islam, KH. Ahmad Ghozali Fadli, M.Pd.I., A‘wan PCNU Jombang sekaligus Khodimul Ma’had Bumi Al-Qur’an, dan Dr. Piet Hizbullah Khaidir, S.Ag., M.A., Sekretaris PDM Lamongan serta Ketua STIQSI Lamongan, hadir bersama dalam satu panggung pada kegiatan Qur’anic and Science Camp 2025.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (SMAMIO) dan bertempat di Pesantren Alam Bumi Al-Qur’an, Wonosalam, Jombang, ini berlangsung pada Rabu–Sabtu, 29 Oktober – 1 November 2025 (7–10 Jumadil Awal 1447 H) dengan tema besar:
“Integrating the Qur’an and Science for the Advancement of Islamic Civilization.”
(Mengintegrasikan Al-Qur’an dan Sains demi Kemajuan Peradaban Islam).

NU dan Muhammadiyah: Dua Jalan, Satu Guru, Satu Tujuan
Yang menarik, kehadiran dua narasumber lintas ormas Islam ini bukan hanya simbol kerja sama, tapi juga cerminan sejarah yang mendalam.
Pendiri dua organisasi besar Islam di Indonesia — KH. Hasyim Asy’ari (pendiri NU) dan KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) — ternyata pernah berguru kepada ulama yang sama, yakni Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, ulama besar asal Minangkabau yang menjadi imam besar di Masjidil Haram pada abad ke-19.
Inilah akar sanad keilmuan dan ukhuwah yang sesungguhnya:
NU dan Muhammadiyah lahir dari guru yang sama, berjuang untuk tujuan yang sama — mengangkat martabat Islam dan memajukan umat.
“Jika pendiri dua ormas besar ini memiliki sanad keilmuan yang satu, mengapa kita tidak bersatu dalam amal?” ujar Ust. Ahmad Ghozali Fadli dengan semangat ukhuwah.
Bumi Al-Qur’an: Rumah Ukhuwah dan Kemandirian
Pesantren Alam Bumi Al-Qur’an dikenal dengan tradisi keikhlasan, kesederhanaan, dan kemandirian.
Kini pesantren ini menegaskan peran baru sebagai rumah ukhuwah umat. Sesuai dengan motto yang terpampang di Musholla Pesantren, Berdiri di Tengah Merekatkan Ummat.
Dalam kegiatan ini, Ust. Ahmad Ghozali Fadli akan membawakan materi “Metodologi Tahfidz Al-Qur’an,” sementara Dr. Piet Hizbullah Khaidir akan mengupas “Ayat-Ayat Semesta dalam Al-Qur’an.”
Keduanya berpadu untuk menegaskan bahwa Al-Qur’an dan sains bukan dua hal yang bertentangan, tetapi dua sayap yang akan mengangkat peradaban Islam.
Ukhuwah: Tradisi Tertinggi Para Santri
Sebagaimana firman Allah Ta‘ala:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurāt: 10)
Melalui Qur’anic and Science Camp 2025, Bumi Al-Qur’an menunjukkan kepada dunia bahwa ukhuwah Islamiyah bukan sekadar slogan, tapi tradisi ilmiah yang diwariskan para ulama.
Dari Wonosalam yang sejuk, pesantren ini mengumandangkan pesan damai:
🌾 “Dua ormas, satu guru, satu tujuan — memajukan Islam dan mempersatukan ummat.”

