Category Archives: Hikayat

Peti Ummul Banin

Diceritakan, Ummul Banin Abdul Aziz bin Marwan, isteri Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik, pernah jatuh cinta kepada seorang penyair Yaman, bernama Wadlah yang berwajah cukup tampan. Atas undangan rahasia Ummul Banin, penyair Yaman itu datang menemuinya di rumah, saat itu

Ghasilil Malaikat (Orang Yang Dimandikan Malaikat)

Mekah menggelegak terbakar kebencian terhadap orang-orang Muslim karena kekalahan mereka di Perang Badr dan terbunuhnya sekian banyak pemimpin dan bangsawan mereka saat itu. Hati mereka membara dibakar keinginan untuk menuntut balas. Bahkan karenanya Quraisy melarang semua penduduk Mekah meratapi para

Menyuruh Wanita Berperang

Berperang

  Dalam suatu pertemuan penting, Muhammad bin Mubasyir, menteri urusan perang, diprotes oleh Mundzir bin Abduirahman, seorang ulama ahli ilmu nahwu, karena sang menteri pernah menyerukan kaum wanita ikut perang. “Bagaimana engkau menyuruh kaum wanita ikut berperang bersama-sama laki-laki?” Dengan

Tidak Layak

Seorang laki-laki mengaku sebagai penyair, tetapi masyarakat menanggapinya dengan dingin. “Kalian bersikap dingin kepadaku karena iri,” katanya. “Di tengah-tengah kita ada Basyar Al-Uqaili, penyair hebat. Sebaiknya biar dia yang mengujimu,” kata mereka. Selesai mendengar puisi-puisi karya orang itu, Basyar bilang:

Percakapan Musa Dengan Tuhannya

Musa as: “Oh Tuhan, ajarilah kami sesuatu yang dapat kami gunakan untuk berzikir dan berdoa kepada Engkau.” Tuhan: “Ucapkan Laa Ilaaha Illallaah hai Musa!” Musa as: “Oh Tuhan, semua hamba-Mu telah mengucapkan kalimat itu.” Tuhan: “Hai Musa, andaikan langit yang

Istri Kedua

Abdullah bin Syekh Hasan al Jibrati menikah dengan Fatimah binti Ramadhan Jalabi. Fatimah ini figur isteri yang baik dan berbakti. Di antara kebaikannya, ia biasa membelikan suaminya pakaian yang bagus-bagus dengan uangnya sendiri, demikian pula untuk membelikan pakaian serta perhiasannya

Rasyid Bin Zubair Dan Wanita Kairo

Rasyid bin Zubair adalah seorang yang mempunyai kharisma yang tinggi. Ia dari keturunan ningrat dan menguasai berbagai ilmu. Namun, sayangnya ia berwajah jelek, kulitnya hitam, bibir tebal, hidung pesek, dan bertubuh pendek. Suatu ketika ia menceritakan pengalamannya di kota Kairo

Obat Penyubur

Seorang lelaki mendatangi dokter mengeluhkan isterinya yang sudah lama belum juga bisa memberinya keturunan. Setelah memeriksa denyut jantung si isteri, dokter berkata: “Kamu tidak memerlukan obat penyubur. Sebab, berdasarkan pemeriksaan denyut jantung, empat puluh hari lagi engkau bakal meninggal.” Si

Sok Tahu

Suatu hari Utbah bin an-Nahhas al-Ajali berpidato sebagai berikut. “Bagus sekali apa yang difirmankan Allah dalam Kitab-Nya, “Tidaklah kekal orang yang hidup di atas angan-angan….” Serta merta Hisyam bin al-Kalbi menyanggahnya seraya berkata: “Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung

Al-Balkhi Dan Si Burung Pincang

Alkisah, hiduplah pada zaman dahulu seorang yang terkenal dengan kesalehannya, bernama al-Balkhi. Ia mempunyai sahabat karib yang bernama Ibrahim bin Adham yang terkenal sangat zuhud. Orang sering memanggil Ibrahim bin Adham dengan panggilan Abu Ishak. Pada suatu hari, al-Balkhi berangkat