Thawaf dengan Kendaraan

Dari Ibnu Abbas, “Bahwasanya Rasulullah SAW thawaf di atas kendaraannya, dan beliau menyentuh Hajar Aswad dengan tongkat beliau.” Diriwayatkan dari Ibnu Juraiz, ia berkata, “Atha telah mengkhabarkan kepada saya, Bahwasanya Rasulullah SAW thawaf di Baitullah dan sa’i antara Shafa dan Marwa dengan mengendarai kendaraan. Kemudian saya (Ibnu juraiz) berkata kepada Atha, ‘Kenapa beliau lakukan itu?’ Atha menjawab, ‘Aku tidak tahu. Kemudian beliau turun dari kendaraannya dan shalat dua rakaat. Akan tetapi kebanyakan thawaf yang dilakukan oleh Rasulullah SAW di Baitullah dan sa’i antara Shafa dan Marwa ketika manasik dilakukan dengan berjalan.” Menurut pendapat saya, orang yang thawaf di Baitullahdan sa’i antara Shafa dan Marwa lebih baik dilakukan dengan berjalan kaki, kecuali apabila dia sakit. Apabila seseorang thawaf dengan berkendaraan padahal dia tidak sakit, maka dia tidak perlu mengulang thawaf tersebut dan dia tidak terkena fidyah.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *