Salaf pada Qiradh

Imam Syafi’i berkata: Jika seseorang menyerahkan harta sebagai qiradh kepada orang lain dan menjadikan harta itu sebagai barang perniagaan, dan jika dalam akad qiradh itu (disebutkan) bahwa barang itu untuk dirinya (untuk pemilik harta), maka qiradh tersebut batal apabila ia tidak berbuatsesuatu pada harta itu.

Namun jika Anda berbuat sesuatu pada harta itu, maka muqaridh (pengelola harta) akan mendapatkan upah yang 1 Al qiradh adalah seseorang memberi harta kepada orang lain untuk diniagakan, dan keuntungannya dibagi dua. layak, dan keuntungan bagi yang memiliki harta. Jika keduanya melakukan qiradh dan keduanya tidak mensyaratkan sesuatu dalam hal ini, kemudian muqaridh membawa suatu barang perniagaan kepada orang yang memberi harta, maka qiradh tersebut dibolehkan dan tidak batal sama sekali.

Imam Syafi’i berkata: Saya memandang makruh jika seseorang mengambil harta sebagai qiradh, kemudian pemilik harta memintanya untuk melakukan salaf pada harta itu.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *