Miqat

Imam Syafi’i berkata: Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda.“Penduduk Madinah berihram dar Dzulhulaifah, 2 penduduk Syam berihram dari Jufah, 3 dan penduduk Najd berihram dari Qam. ”
1 Batas yang tidak boleh dilewati oleh orang yang akan mengerjakan ibadah haji dan umrah kecuali mengenakan kain ihram.
2 Sebuah tempat yang berada antara Madinah dan Makkah, dimana jarak Dzulhulaifah ke Madinah adalah 6 mil, dan jarak dari Dzulkhulaifah ke Makkah adalah 200 mil. Di Dzulhulaifah ini ada masjid yang dikelilingi oleh pepohonan dan tempat yang bemama Bir ‘Ali.
3 Sebuah tempat yang berjarak 7 marhalah dari Madinah dan 3 marhalah dari Makkah, Jufah ini juga merupakan miqat untuk penduduk Mesir.
4 Tempat yang berjarak 2 marhalah dari Mekkah dan terletak di sebelah timur Makkah. Ibnu Umar meriwayatkan dari Rasulullah SAW yang bersabda, “Penduduk Yaman berihram dari Yalamlam.”

Imam Syafi’i berkata: Muslim bin Khalid dan Sa’id bin Salim dari Ibnu Juraiz telah mengkhabarkan kepada kami, ia mengatakan: Abu Zubair telah mengkhabarkan kepadaku, bahwasanya dia mendengar Jabir bin Abdullah bertanya tentang ihram, kemudian riwayat tersebut berhenti sampai disini. Menurutku, yang dia maksud adalah bahawa Nabi SAW bersabda,  “Penduduk Madinah berihram dari Dzulhulaifah.” Dalam riwayat yang lain disebutkan dari Ju’fah bagi penduduk Maghrib (penduduk barat). Dan penduduk Irak berihram dari Dzatu Irq, 5 penduduk Najd berihram dari Qam, dan penduduk Yaman berihram dari Yalamlam.

Imam Syafi’i berkata: Disini Jabir bin Abdullah tidak menyebut nama Nabi SAW, hal ini bisa diterima karena ia mendengar dari Umar bin Khaththab. Ibnu Sirin berkata, diriwayatkan dari Umar bin Khaththab secara mursal bahwa dia menentukan Dzatu Irq sebagai miqat bagi penduduk Masyrik (orang timur).

Imam Syafi’i berkata: Dari Abu Sya’tsa* bahwasanya dia berkata, “Nabi SAW tidak menentukan miqat tertentu bagi penduduk Masyrik. Orang-oranglah yang mengalihkan miqat Qam ke Dzatu Irq. Telah mengkhabarkan kepada kami dari seseorang yang dapat dipercaya dari Ayub, dari Ibnu Sirin, bahwa Umar menentukan miqat Dzatu Irq untuk penduduk Masyrik.

Imam Syafi’i berkata: Apabila penduduk Masyrik berihram dari Dzatu Irq, maka saya berharap semoga ihram tersebut adalah sah, hal ini 5 Suatu tempat yang berjarak 2 marhalah dari Makkah. Dinamakan Dzatu Irq karena di Sana ada Irq, yailu gunung kectt (bukit). sebagai qiyas terhadap Qam dan Yalamlam. Tapi apabila mereka berihram dari Aqiq, maka menurut pendapat saya hal ini akan lebih baik. Shafyan dari Abdullah dari Thawus, dari bapaknya, telah mengkhabarkan kepada kami. Ia berkata. “Rasulullah SAW menentukan miqat untuk penduduk Madinah, yaitu dzulhulaifah, bagi penduduk Syam adalah Jufah, bagi penduduk Najd adalah Qam, dan bagi penduduk Yaman adalah Yalamlam. ” Kemudian Rasulullah SAW bersabda. “Inilah miqat-miqat bagi masing-masing penduduk negeri dan bagi orangyang akan menunaikan ibadah haji atau umrah lewat tempat tersebut, walaupun dia bukan penduduk negeri tersebut. Barangsiapa bukan merupakan penduduk negeri-negeri tersebut dan dia juga tidak melewati miqat-miqat tersebut, maka dia boleh berihram dari tempat manapun sampai dia memasuki Makkah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *