Kesempurnaan Thawaf

Dari Aisyah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda

“Tidakkah engkau melihat bahwa ketika kaummu membangun Ka ’bah, mereka mengurangi dasar-dasar yang telah dibangun oleh Nabi Ibrahim? ” Lalu aku (Aisyah) berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa tidak engkau kembalikan seperti dasar-dasar yang telah dibangun oleh Nabi Ibrahim?” Beliau menjawab, “Kalau bukan karena kaummu baru terlepas dari kekufuran, niscaya akan aku kembalikan seperti dasar-dasar yang telah dibangun oleh Nabi Ibrahim. ” Abdullah bin Umar berkata, “Seandainya Aisyah betul-betul mendengarkan hal itu dari Rasulullah SAW, maka benarlah apa yang saya lihat bahwa Rasulullah SAW tidak pemah menyentuh dua sudut yang terletak setelah sudut Hajar Aswad (dua sudut selain sudut Hajar Aswad dan sudut Rukun Yamani), yang berarti Ka’bah tersebut tidak sempurna seperti dasar-dasar yang telah dibangun oleh Nabi Ibrahim.”

Imam Syafi’i berkata: Oleh karena itu kesempurnaan thawaf di Ka’bah adalah dengan mengelilingi Ka’bah dari belakang Hijir Ismail. Apabila ada seseorang thawaf dengan melewati atau melintasi Hijir Ismail, maka thawafnya tidak sah. Jika seseorang thawaf dengan mengelilingi Ka’bah di atas tembok yang merupakan pembatas Hijir Ismail, maka thawaf tersebut juga tidak sah, karena thawaf tersebut tidak sempurna mengelilingi Baitullah.
Thawaf dianggap tidak sah apabila ketika mengelilinginya dengan menempel di seluruh dinding Ka’bah atau dengan menyeberangi Hijir Ismail, atau dengan berjalan di atas tembok pembatas Hijir Ismail. Adapun thawaf yang sempurna adalah dimulai dengan menyentuh Hajar Aswad, kemudian berputar dengan posisi Ka’bah selalu berada di sebelah kirinya.
Apabila dia menyentuh Hajar Aswad kemudian Hajar Aswad itu berada disebelah kanannya, lalu dia berputar mengelilingi Ka’bah,maka thawaf seperti ini adalah terbalik dan tidak sah. Siapapun yang melakukan thawaf dengan cara terbalik seperti di atas, atau dengan cara mengelilingi Ka’bah, dan badannya selalu menempel di dinding Ka’bah, atau dengan menyeberangi Hijir Ismail atau dengan berjalan di atas tembok pembatas Hijir Ismail, maka thawaf dengan cara seperti ini sama persis dengan orang yang belum thawaf sama sekali.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *