Monthly Archives: Juni 2020

Wanita yang ditawan Bersama Suaminya

Imam Syafi’i berkata: Rasulullah shallallau alaihi wasallam menetapkan dua hukum pada wanita kafir harbi dari kafir watsam (penyembah berhala); Pertama, para wanita itu ditawan dan dijadikan budak sesudah merdeka. Rasulullah membagikannya dan melarang orang yang mendapat bagian untuk menggaulinya sebelum

Muslimin Menyerbu Musuh dan Memperoleh Tawanan yang Terdapat Keluarganya

Imam Syafi’i berkata: Apabila kaum muslimin menyerbu musuh dan mereka mendapatkan anak seorang muslim yang menjadi budak musuh, atau terdapat bapak seorang muslim yang masih menjadi harbi (yang boleh diperangi) sedangkan anaknya ikut dalam peperangan, dan ia mendapatkan bagian pada

Orang yang Menggauli Budak Wanita dari Harta Rampasan

Imam Syafi’i berkata: Apabila seorang lelaki dari kaum muslimin yang mengikuti perang menggauli seorang budak wanita yang termasuk dalam bagian harta yang dibagikan (ghanimah), dan jika wanita itu tidak hamil,maka dari orang tersebut diambil maskawin untuk budak itu, kemudian ia

Orang Nasrani yang Menuduh Istrinya Berzina (Qadzab)

Imam Syafi’i berkata: Apabila seorang Nasrani menuduh istrinya berzina, lalu istrinya mengadukan kepada hakim dan keduanya setuju dengan hukum tersebut, maka keduanya dapat melakukan li’an dan mereka harus diceraikan dan anaknya dapat kita asingkan, sebagaimana yang kita lakukan terhadap orang

Ila’ dan zhihar orang Nasrani

Imam Syafi’i berkata: Apabila seorang Nasrani berbuat ila’ kepada istrinya, lalu keduanya meminta hukum kepada kita sesudah berlalu empat bulan, maka kita tetapkan hukum kepadanya sebagaimana hukum yang diterapkan kepada orang Islam, yaitu antara ia menarik kembali ila nya atau

Menikahi Wanita Ahli Kitab

Imam Syafi’i berkata: Allah Subhanahu wa Ta’ala menghalalkan wanita-wanita yang beriman kecuali budak-budak wanita yang beriman, ia dihalalkan untuk digauli oleh orang yang mengawininya, yang tidak memperoleh maskawin bagi wanita merdeka dan takut berzina karena tidak menikahinya. Maka, kami mengira

Wanita Nashrani yang Suaminya Muslim

Imam Syafi’i berkata: Apabila wanita Nashrani telah selesai dari haid itu berada di bawah kekuasaan suami yang beragama Islam, maka ia dapat dipaksa untuk mandi bersih dari haid itu. Jika ia tidak mau, maka ia dapat diajari untuk mandi, karena

Wanita Nasrani Masuk Islam Sesudah Digauli oleh Suaminya

Imam Syafi’i berkata: Mengenai wanita Nashrani yang berada di bawah tanggungan suaminya yang Nasrani, lalu ia masuk Islam sesudah suami menggaulinya, maka wanita itu boleh mendapatkan maskawin. Jika ia sudah menerima maskawin, maka (urusannya) selesai.Jikabelum, ia dapat mengambil maskawin itu

Wanita Kafir Dzimmi yang Masuk Islam Di Bawah Kekuasaan Lelaki Kafir Dzimmi

Imam Syafi’i berkata: Apabila seorang wanita kafir dzimmi masuk Islam dalam keadaan hamil, maka ia berada di bawah tanggungan lelaki kafir dzimmi (suaminya). Wanita itu diberi nafkah, hingga ia melahirkan. Jika ia sudah melahirkan, iajuga diberi biaya penyusuan. Wanita itu

Seorang Muslim yang Memasuki Darul Harb lalu Menemukan Istrinya

Imam Syafi’i berkata: Jika seorang muslim masuk ke darul harb dengan jaminan keamanan, lalu ia menemukan istrinya atau istri orang muslim lainnya, berikut hartanya atau harta orang muslim lainnya dan kafir dzimmi yang dirampas oleh orang-orang musyrik, maka ia boleh