Daily Archives: 25 Maret 2020

Pencabangan Timbangan dari Air Madu

Imam Syafi’i berkata: Sekurang-kurangnya dibolehkannya salaf pada madu adalah bila dilakukan dengan cara takaran atau timbangan yang diketahui, waktu yang diketahui, sifat yang diketahui, serta yang baru (atau tidaknya) dan ia berkata, “Madu waktu anu bagi waktu yang ada padanya

Himpunan Salaf tentang Timbangan

Imam Syafi’i berkata: Timbangan itu berbeda dengan takaran, ini bisa dilihat dari sebagian maknanya. Timbangan akan mengarah pada sikap saling mengetahui dan dapat menjauhkan diri dari perselisihan, karena apa yanrenggang dan yang tidak pada timbangan adalah sama kadar timbangannya. Diperbolehkan

Salaf pada Ruthab dan Tamar

Imam Syafi’i berkata: Pendapat tentang tamar adalah seperti pendapat tentang biji-bijian. Tidak boleh dilakukan salaf pada tamar hingga disifatkan pada tamar lain, baik tamar Barni, ‘Ajwa atau Bardi. Apabila jenis-jenis itu berbeda di beberapa negeri, maka tidak boleh dilakukan salaf

Quthiniyyah (Biji-bijian yang disimpan di dalam Rumah yang dimasak seperti Adas)

Imam Syafi’i berkata: Tidak boleh dilakukan salaf pada sesuatu yang berasal dari quthiniyyah yang ditakar di dalam kelopaknya, ketika telah dibuang kelopaknya hingga kelihatan apa yang ada di dalam. Tidak boleh melakukan salaf hingga dinamakan humush (sejenis kacang), adas atau

Alas

Imam Syafi’i berkata: Alas adalah tanaman sejenis gandum yang mempunyai dua biji-bijian dalam kelopaknya. Jika dibiarkan demikian, maka hal itu akan lebih mengekalkannya ketika akan dipakai untuk makan. Jika ia diletakkan pada tempat penggilingan yang ringan, maka kelopak yang ada

Melakukan Salaf pada Jagung

Imam Syafi’i berkata: Jagung itu seperti gandum, yang disifatkan pada yang jenisnya, warnanya, baik buruknya, baru dan usangnya, dipotong tahun ini atau tahun itu, takarannya dan waktunya. Jika hal-hal itu ada yang ditinggalkan, maka itu tidak diperbolehkan. Imam Syafi’i berkata: