Daily Archives: 23 Maret 2020

Sunah Mengenai Khiyar

Imam Syafi’i berkata: Diperbolehkan menjual semua makanan dengan cara taksiran, baik yang ditakar, ditimbang, dihitung, yang terdapat dalam karung ataupun tidak, kecualijika makanan tersebut terdapat dalam karung dan tidak dapat dilihat. Imam Syafi’i berkata: Diperbolehkan bagi seseorang untuk berkata, “Saya

Perbedaan harta yang digadaikan dan hak yang diperbolehkan untuk digadai

Imam Syafl’i berkata: Apabila pada seseorang terdapat tempat tinggal, budak atau barang, Jalu ia berkata “Si fulan telah menggadaikannya kepadaku karena hakku yang ada padanya”, namun orang yang dimaksud berkata “Aku tidak menggadaikannya kepadamu, tapi aku hanya menitipkannya”, atau “aku

Larangan Menjual Pedang dan Senjata

Imam Syafi’i berkata: Prinsip yang saya jadikan acuan adalah bahwa setiap akad penjualan yang sah secara lahir itu tidak saya batalkan dengan tuduhan ataupun dengan adat kebiasaan antara dua orang yang mengadakan jual-beli. Kemudian saya memperbolehkannya berdasarkan keabsahan lahiriahnya. Saya

Bolehnya Syarat Gadai

Imam Syafl’i berkata: Allah Tabaraka wa Ta ’ala telah mengizinkan transaksi gadai bersama utang, sementara utang terjadi baik karena jual- beli tidak tunai (kredit), jual-beli dengan sistem salam (sistem ijon), ataupun hal-hal lain yang menimbulkan adanya hak (piutang) seseorang pada

Hukum Barang yang Dijual Sebelum dan Setelah Diterima

Imam Syafi’i berkata: Dari Thawus, dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma bahwasanya ia berkata, “Yang dilarang oleh Rasulullah shallalla hu alaihi wasallam adalah makanan dijual sebelum diterima Imam Syafi’i berkata: Kami berpedoman dengan hadits yang tersebut di atas. Barangsiapa membeli sesuatu,

Kondisi gadai yang keluar dari kekuasaan penerima gadai

Imam Syafi’i berkata: Kesimpulan dari keadaan dimana gadai dianggap keluar dari kekuasaan penerima gadai adalah sebagai berikut: penggadai terlepas dari tanggungannya (baca: utangnya) baik dengan cara dilunasi atau dibebaskan oleh penerima gadai, atau penerima gadai menghapus haknya (piutang) yang berkaitan

Menjual Tebu dan Pohon Qurth

Imam Syafi’i berkata: Dari Atha’ bahwasanya ia berpendapat tentang tebu yang tidak boleh dijual kecuali dalam kondisi terpotong. Imam Syafi’i berkata: Dengan ini kami berpendapat bahwa pohon quruth itu tidak boleh dijual kecuali satu potong saja pada saat datang waktu

Menjual Gandum yang Masih Berada di Tangkainya

Ar-Rabi telah menceritakan kepada kami bahwasanya ia berkata, “Saya pernah berkata kepada Imam Syafi’i bahwa Ali bin Muid pernah meriwayatkan sebuah hadits dari Anas kepada kami bahwasanya Rasulullah shallalla hu alaihi wasallam membolehkan jual-beli gandum pada tangkainya jika telah memutih.”

Yang Dibeli adalah Sesuatu yang Dapat Dimakan Bagian Dalamnya

Imam Syafi’i berkata: Barangsiapa telah membeli buah kelapa, biji ketapang, buah kenari ataupun telur, kemudian ia membelahnya dan mendapatinya dalam keadaan busuk ataupun rusak, lalu ia ingin mengembalikannya dan meminta uangnya kembali, maka dalam halini ada dua pendapat: Pertama, diperbolehkan

Apa-apa yang masuk kategori serah-terima

Imam Syafi’i berkata: Semua yang dianggap sebagai serah-terima dalam transaksi jual-beli juga dianggap sebagai serah-terima dalam transaksi gadai. Maka, diperbolehkan menggadaikan hewan, budak, dinar, dirham, tanah dan selain itu. Diperbolehkan pula menggadaikan sebagian tempat tinggal, budak, pedang, mutiara dan kain,