Daily Archives: 19 Maret 2020

Penyakit

Imam Syafi’i berkata: Apabila seseorang membeli buah lalu ia menerimanya, kemudian didapati buah itu terkena penyakit, maka hukumnya sama saja, baik sebelum ataupun sesudah kering selama tidak dibatasi, baik hanya satu buah atau semuanya. Tidak diperbolehkan baginya kecuali satu dari

Penyakit pada Buah

Imam Syafi’i berkata: Dari Jabir bin Abdullah bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang penjualan bertahun-tahun,16 dan mengurangi harga sesuai dengan kadar penyakit yang ada 17 (pada buah-buahan). Jual-beli yang dijanjikan setahun, dua tahun atau lebih, dan barangnya tidak ada saat

Ariyah

Imam Syafi’i berkata: Sesungguhnya ariyah yang diperkenankan Rasulullah dalam menjualnya adalah-seperti-yang dikisahkan, yaitu bahwa ada suatu kaum datang mengadu kepada beliau bahwa ruthab itu ada (pada mereka), sementara mereka tidak memiliki emas ataupun perak untuk membeli kurma tersebut, sedangkan yang

Jual-Beli Ariya

Imam Syafi’i berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memperbolehkan orang yang mempunyai ariyah untuk menjualnya dengan cara ditaksir. Imam Syafi’i berkata, Mahmud bin Labid pernah ditanya atau Mahmud bin Labid pernah bertanya kepada salah seorang sahabat Nabi Muhammad shallallahu alaihi

Waktu Diperbolehkannya Menjual Buah-buahan

Imam Syafi’i berkata: Dari Abdullah bin Umar bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah melarang melakukanjual-beli buah-buahan, sebagai larangan bagi penjual dan pembeli. “Imam Syafi’i telah menceritakan kepada kami hadits yang ia peroleh dari Thawus bahwasanya ia pemah mendengarIbnu Umar berkata,

Batang Buah-buahan yang Dijual

Imam Syafi’i berkata: Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda. “Barangsiapa menjual batang kurma yang telah berbuah, maka buahnya menjadi hak penjual, kecuali jika pembeli metnang mensyaratkan (agar buah itu diberikan untuknya). ” Imam Syafi’i berkata: Barangsiapa

Menjual Sesuatu yang Tidak Nampak Hingga Batas Waktu Tertentu

Imam Syafi’i berkata: Apabila seseorang menjual seorang hamba sahaya yang tidak nampak (tidak hadir) atau budak perempuan yang jauh di negeri seberang kepada orang lain dan ditukar dengan sekeping emas sebagai utang baginya atas orang lain, maka penjualan ini tidak

Menjual Harta Benda

Imam Syafi’i berkata: Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata, “Sesungguhnya yang dilarang Rasulullah shallallahu alaihiwasallam dalam haljual-beli adalah makanan yang dijual sebelum diterima (oleh pembeli).” Sebenarnya, Ibnu Abbas mengemukakan hal itu berdasarkan pendapatnya sendiri. Saya sendiri tidak menduga setiap sesuatu melainkan

Sesuatu yang Berkenaan dengan Penukaran Uang

Imam Syafi’i berkata:Tidak diperbolehkan menukar emas denganemas, perak dengan perak, dan sesuatu yang dapat dimakan atau diminum dengan sesuatuyangsejenis dengannya, kecuali yang sama nilainya dan dilakukan secara kontan. Apabila benda itu berasal dari sesuatu yang dapat ditimbang,maka hukum “sesuatu yang

Penangguhan dalam Penukaran Uang

Imam Syafi’i berkata: Dari Malik bin Aus bin Hadatsan, bahwasanya ia ingin menukaruang emas senilai 100 Dinar. Malik binAus berkata, “Tidak lama kemudian, Thalhah bin Ubaidillah memanggil saya. Lalu kami saling tawar-menawar hingga akhimya ia mau menukar uang dengan saya.