Daily Archives: 9 Maret 2020

Thawaf dengan Kendaraan karena Sakit

Imam Syafi’i berkata: Menurut pendapat saya, tidak makruh hukumnya seorang perempuan thawaf dan sa’i antara Shafa dan Marwa dengan berkendaraan atau dengan ditandu oleh orang-orang apabila perempuan tersebut dalam keadaan sakit. Menurut pendapat saya, makruh hukumnya seorang laki-laki mengelilingi Ka’bah

Thawaf dengan Kendaraan

Dari Ibnu Abbas, “Bahwasanya Rasulullah SAW thawaf di atas kendaraannya, dan beliau menyentuh Hajar Aswad dengan tongkat beliau.” Diriwayatkan dari Ibnu Juraiz, ia berkata, “Atha telah mengkhabarkan kepada saya, Bahwasanya Rasulullah SAW thawaf di Baitullah dan sa’i antara Shafa dan

Istirahat Ketika Thawaf

Imam Syafi’i berkata: Dibolehkan istirahat ketika thawaf. Diriwayatkan dari Atha’ bahwa ia berpendapat boleh beristirahat ketika thawaf. Ia menyebutkan bahwa istirahat itu adalah duduk.

Tidak Banyak Bicara Ketika Thawaf

Dari Handhalah bin Abu Shafyan, dari Thawus, ia berkata, “Saya mendengar Ibnu Umar berkata, ‘Janganlah kalian banyak bicara ketika thawaf, karena sesungguhnya kalian sedang shalat’.” Dari Ibnu Juraiz, dari Atha’, bahwa ia tidak suka bercakap-cakap ketika thawaf kecuali sedikit saja.

Ucapan Ketika Thawaf

Dari Saif, dia mendengar Nabi SAW mengucapkan: “Wahai Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka. ” Ketika beliau berada di antara sudut Bani Jam’ah (Rukun Yamani) dan Hajar Aswad.

Menyentuh pada saat Berdesak-desakan

Imam Syafi’i berkata: Menyentuh Hajar Aswad ini disunahkan ketika memulai thawaf dalam keadaan apapun, kecuali dalam keadaan yang terlalu berdesak-desakan sehingga bisa menyebabkan bahaya atau membahayakan orang lain. Apabila keadaan terlalu padat dan berdesak-desakan, menurut pendapat saya tidak disunahkan untuk

Dua Sudut Yang Berdekatan dengan Hajar Aswad

Diriwayatkan dari Muhammad bin Ka’ab Al Qurdhi, bahwa ada seorang laki-laki dari sahabat Nabi SAW yang menyentuh seluruh sudut Ka’bah. Dia mengatakan, “Tidak pantas bagi Baitullah (Ka’bah) ada sesuatu yang ditinggalkan (yang tidak disentuh).” Sedangkan Ibnu Abbas mengatakan, “Sesungguhnya pada

Hal Yang Pertama Kali Dilakukan Ketika Thawaf

Imam Syafi’i berkata: Disunahkan bagi orang yang thawaf untuk memulai thawaf dengan menyentuh Hajar Aswad, lebih baik lagi apabila dia mencium Hajar Aswad itu. Apabila dia hanya mampu menyentuh dengan tangannya, maka disunahkan baginya untuk mencium tangan tersebut. Jika dia

Dari Mana Mulai Thawaf

Imam Syafi’i berkata: Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Orang yang melakukan umrah disunahkan ber-talbiyah ketika memulai thawaf dengan cara menyentuh (Hajar Aswad) atau tidak menyentuh (karena keadaan yang tidak memungkinkan—penerj.)” Imam Syafi’i berkata: Tidak ada perbedaan pendapat bahwa batas mulai

Menyegerakan Thawaf di Baitullah Ketika Memasuki Makkah

Imam Syafi’i berkata: Dari Atha, ia berkata bahwa ketika Rasuiullah SAW memasuki kota Makkah, beliau tidak menoleh ke kiri dan ke kanan, beliau juga tidak berbelok-belok jalannya. Imam Syafi’i berkata: Tidak ada riwayat yang sampai kepada kami bahwa ketika Rasuiullah