Monthly Archives: Maret 2020

Larangan Menyerahkan Harta Kepada Orang yang Baligh

Imam Syafi’i berkata: Larangan menyerahkan harta kepada orang yang baligh disebutkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya, “Maka hendaklah ia memdis, dan hendaklah orang yang berutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan

Saat Seseorang dianggap memiliki Kepandaian Mengurus harta

Imam Syafi’i berkata: Keadaan dimana seseorang (laki-laki atau perempuam) dianggap telah pandai mengurus harta telah disebutkan oleh Allah Azza WaJalla dalam firman-Nya, “Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas

Salaf pada Kayu dengan Dihastakan

Imam Syafi’i berkata: Barangsiapa melakukan salaf pada kayu, lalu ia mengatakan, “Kayu yang mudah panjang, ukurannya itu sekian, tebalnya sekian, dan warnanya begini”, maka hal ini diperbolehkan. Jika hal itu ditinggalkan, maka tidak diperbolehkan. Jika disyaratkan kayu itu tebal, lalu

Perbedaan dalam Hal Kebangkrutan

Aku berkata kepada Abu Abdillah, “Apakah ada seseorang yang berbeda pendapat denganmu dalam masalah kebangkrutan?” Ia berkata, “Benar, sebagian manusia telah menyelisihi kami dengan mengatakan apabila seseorang menjual barang kepada seseorang secara tunai (cash) atau tidak tunai (kredit), dan barang

Keterangan tentang Wakaf Orang yang Bangkrut

Imam Syafi’i berkata: Apabila seseorang memiliki harta yang terlihat di tangannya dan tampak darinya sesuatu, kemudian para pemilik piutang menagih hak mereka seraya membuktikan hak-hak mereka, dan jika harta yang ada nampaknya dapat melunasi hak-hak para pemilik piutang, maka hak-hak

Salaf pada Kulit Binatang dan Segala Macam Kulit

Imam Syafi’i berkata: Tidak diperbolehkan salaf pada kulit unta, sapi, kambing, serta kulit hewan yang telah disembelih atau yang belum disembelih. Kulit tersebut tidak dapat dijual kecuali dengan dilihat terlebih dahulu, dan tidak dapat dikatakan, “Kulit sapi betina yang berumur

Utang Orang yang Bangkrut Telah Jatuh Tempo dan yang Belum

Imam Syafi’i berkata: Apabila seseorang bangkrut dan ia memiliki utang yang belum jatuh tempo, maka utangnya itu dianggap jatuh tempo sebagaimana halnya utang orang yang meninggal dunia, dimana harta orang yang bangkrut dibekukan, sama seperti harta mayit. Orang yang bangkrut

Utang-Piutang Mayit Jatuh Tempo

Imam Syafi’i berkata: Apabila seseorang meninggal dunia sementara ia memiliki piutang pada orang lain hingga masa yang ditetapkan, maka utang itu tetap berlaku sampai tempo yang ditetapkan semula dan tidak jatuh tempo dengan sebab kematiannya. Sekiranya utang si mayit belum

Apa-apa yang Disebutkan tentang Hibah Orang yang Bangkrut

Imam Syafi’i berkata: Apabila seseorang menghibahkan sesuatu kepada seseorang dengan syarat orang itu membalasnya, dan orang yang diberi hibah menerimanya serta mengambil hibah, namum kemudian penerima hibah bangkrut sebelum membalasnya, dan barangsiapa yang memperbolehkan hibah mengharapkan imbalan, maka mereka dapat

Melakukan Salaf pada Kain

Imam Syafi’i berkata: Dari Ibnu Juraij bahwasanya Ibnu Syihab pernah ditanya tentang sehelai kain yang dijual dengan harga dua helai kain dengan ditangguhkan. Kemudian Ibnu Syihab menjawab, “Penjualan seperti itu diperbolehkan dan saya tidak mengetahui ada seseorang yang membencinya.” Imam